Dinkes DKI Jelaskan 5 Karakteristik Pasien Kasus Covid-19 Arcturus di Jakarta TempoMetro
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Surveillance, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menjelaskan lima karakteristik pasien kasus subvarian Omicron XBB.1.16 yang dikenal dengan nama arcturus di Jakarta. Lima pasien tersebut terdiri dari empat orang perempuan dan satu orang pria.
Ia mengimbau pula agar masyarakat menhafa stamina baik dengan makan, tidur, istirahat cukup, jangan kecapekan, dan tidak stress. “Untuk yang memiliki penyakit komorbid terus dibawa obatnya terutama saat mudik. Pastikan jumlahnya cukup dan tidak habis selama mudik. Obat diminum teratur,” ucap dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pasien Covid-19 Varian Arcturus Bertambah Jadi 7 Kasusmeskipun varian arcturus sudah masuk ke Indonesia, Syahril menyatakan bahwa varian itu tidak mengakibatkan lonjakan kasus.
Baca lebih lajut »
Gejala Paling Banyak Dialami Pasien Arcturus di DKI, Termasuk Mata MerahDinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap kondisi pasien COVID-19 XBB.1.16 atau varian Arcturus. Dijelaskannya, mayoritas pasien mengalami gejala pada bagian mata.
Baca lebih lajut »
Dinkes DKI Beberkan Kondisi Pasien Arcturus: 4 Gejala Ringan, 1 PneumoniaDinas Kesehatan DKI Jakarta beberkan kondisi pasien Arcturus. 4 pasien mengalami gejala ringan dan 1 pasien mengalami pneumonia. Berikut rinciannya.
Baca lebih lajut »
Covid-19 Subvarian Arcturus Timbulkan Gejala Mata MerahKementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada tujuh kasus covid-19 subvarian Omicron XBB.1.16 atau subvarian Arcturus di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Mata Merah & Belekan Apa Sudah Pasti Gejala Covid Arcturus?Covid Arcturus memiliki gejala khas berupa mata merah.
Baca lebih lajut »
Covid Arcturus Sudah Masuk RI, Waspadai 11 Gejala Umum IniSubvarian baru terbaru dari virus Covid yang diberi nama Arcturus dilaporkan sudah masuk ke Indonesia. Kenali 11 gejalanya.
Baca lebih lajut »