Dinilai Gagal Memimpin Kemenkeu, Sri Mulyani Punya 3 Kesalahan SriMulyani
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif CSIIS Dr Sholeh Basyari menilai Sri Mulyani sudah gagal dalam memimpin Kementrian Keuangan.“Setidaknya ada tiga ‘kesalahan’ Sri Mulyani. Pertama, rangkap 30 jenis jabatan. Kedua, gagal memimpin jajarannya di Dirjen Pajak dan Bea Cukai. Ketiga, gagal membangun filosofi Kemenkeu," kata Sholeh dalam keterangannya, Jumat .
Sholeh menilai menyebutkan rangkap jabatan secara yuridis tidak salah, tetapi secara etis mencabik-cabik para pembayar pajak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Keputusan Sri Mulyani Memecat Rafael Alun Dinilai TepatMenkeu Sri Mulyani, resmi memecat pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo
Baca lebih lajut »
Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu, DPR Sebut Sudah Sejak Lama, Tapi Ditutupi Sri MulyaniAnggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Santoso menanggapi ungkapan Menkopolhukam Mahfud MD soal transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun di Kemenkeu.
Baca lebih lajut »
Kantor Sri Mulyani Buka Suara Soal Geng Pajak Rafael AlunKPK buka suara soal geng Rafael Alun Trisambodo di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang sebelumnya disampaikan oleh KPK dan PPATK.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Akui Suami Punya Moge: Boleh Beli Tapi Gak Boleh NaikSetelah kasus pemukulan yang melibatkan anak dari pejabat pajak yang hobi memamerkan kekayaan dan miliki Moge atau motor gede, kini Sri Mulyani melarang adanya klub moge.
Baca lebih lajut »
Jawaban Sri Mulyani saat Disentil Punya Rumah di Meryland Amerika SerikatRumah Sri Mulyani di Maryland, Amerika Serikat belum lama ini menjadi sorotan seiring atensi publik tengah terarah pada instansi yang dipimpinannya itu. Ini tanggapannya
Baca lebih lajut »
Ini Temuan Awal Kantor Sri Mulyani Soal Eko Darmanto!Irjen Kemenkeu akan terus mengawasi dan mendalami sumber kekayaan Eko Darmanto.
Baca lebih lajut »