Didera krisis ekonomi, warga Sri Lanka ramai-ramai buat paspor

Indonesia Berita Berita

Didera krisis ekonomi, warga Sri Lanka ramai-ramai buat paspor
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 51 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 78%

Mulai dari buruh hingga pegawai negeri, warga Sri Lanka ingin melarikan diri dari krisis keuangan terburuk di Sri Lanka dalam tujuh dekade.

Arsip--Sejumlah tentara berjaga sebuah jalan di Kolombo, Sri Lanka, FOTO/Xinhua/Ajith Perera/rwa.R.M.R Lenora berdiri dalam antrean mengular di luar markas Departemen Imigrasi dan Emigrasi Sri Lanka selama dua hari minggu lalu.

Akhirnya minggu lalu, dengan membawa baju ganti dan payung untuk menahan terik matahari, wanita mungil itu naik kereta api dari kota Nuwara Eliya, di perbukitan tengah Sri Lanka, dan melakukan perjalanan sejauh 170 km ke ibu kota Kolombo untuk menyerahkan surat-suratnya untuk paspor pertamanya. Negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang itu kekurangan makanan, gas untuk memasak, bahan bakar, dan obat-obatan, setelah salah urus ekonomi dan pandemi COVID-19 menghapus cadangan devisa.

Departemen tersebut telah memperketat keamanan, memperpanjang jam kerja, dan melipatgandakan jumlah paspor yang dikeluarkan, tetapi setidaknya 3.000 orang menyerahkan formulir setiap hari, kata H.P. Chandralal, yang mengawasi otorisasi sebagian besar aplikasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Sri Lanka berisiko mengalami darurat kemanusiaan besar-besaran, dan telah meluncurkan rencana untuk memberikan bantuan sebesar 47,2 juta dolar AS kepada 1,7 juta orang yang paling rentan di negara itu.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

antaranews /  🏆 6. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama



Render Time: 2025-02-28 12:25:33