Di Wisuda UNP, Hasto: Pemikiran Geopolitik Soekarno Tidak Bisa Dilepaskan dari Bung Hatta

Indonesia Berita Berita

Di Wisuda UNP, Hasto: Pemikiran Geopolitik Soekarno Tidak Bisa Dilepaskan dari Bung Hatta
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 45 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 59%

Sekje PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pemikiran geopolitik Soekarno tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Bung Hatta.

Padang, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pemikiran geopolitik Soekarno tidak bisa dilepaskan dari pemikiran Bung Hatta.

Hasto mengatakan, ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam realitas sistem internasional yang anarkis, yang kemudian melahirkan Perang Dingin, Bung Hatta menyampaikan teori geopolitiknya yang dikenal dengan “Mendayung Diantara Dua Karang”. Menurut Hasto memahami hal tersebut menjadi penting. Sebab mempelajari pemikiran geopolitik Indonesia, tidak bisa terlepas dari tradisi intelektual para pendiri bangsa. Di dalam tradisi intelektual ini, Bung Karno dan Bung Hatta, hadir sebagai perpaduan pemimpin negarawan dan pemimpin pembelajar yang baik.Hasto menyebutkan, sebagai sosok pembelajar, mereka terus bergulat dengan buku sebagai jendela pengetahuan. Buku dipelajari secara kritis.

“Kepemimpinan Indonesia tersebut didasarkan pada ideologi Pancasila yang mengandung cita-cita bahwa kemerdekaan Indonesia ditujukan bagi persaudaraan dunia,” tegas Hasto.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama



Render Time: 2025-02-26 12:58:19