Pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit (Rp 4,2 triliun).
- Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Takiyuddin Hassan, menyatakan pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit .
Menjawab pertanyaan dalam perdebatan mengenai RUU Tambahan, Takiyuddin menjelaskan alasan peningkatan dana dari perkiraan sebelumnya yaitu 700 juta ringgit disebabkan kebutuhan prosedur operasi standar Covid-19.“Saya memberi pengertian bahwa jika pemerintah melakukan pemilu dini secara nasional pada saat ini pasca-Covid-19, diperkirakan menghabiskan 1,2 miliar ringgit, bukan 700 juta ringgit,” katanya.
Secara terpisah, Takiyuddin juga mengatakan lima pemilu sela terakhir di konstituen Cameron Highlands, Semenyih, Rantau, Sandakan, dan Tanjung Piai menghabiskan total 12,9 juta ringgit .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Selandia Baru Antisipasi Kasus Covid-19 Baru Jelang Pemilu |Republika OnlineSelandia Baru telah melaporkan 13 kasus baru Covid-19
Baca lebih lajut »
24 Petugas Penyelenggara Pemilu Banyumas Reaktif Covid |Republika OnlineDari 1.118 orang yang dirapid test, 24 orang menunjukkan hasil tes reaktif Covid-19
Baca lebih lajut »
Kisah Staf KPU Yahukimo, Cinta Papua dan Mimpi Pemilu DamaiMendiang staf KPU Yahukimo Henry Jovinski disebut mencintai Papua dan punya mimpi membenahi pemilu agar tak peuh kekisruhan dan gugatan.
Baca lebih lajut »
Gibran dan Bobby, Strategi PDIP Amankan Pemilu 2024Mengusung sejumlah nama tenar, seperti Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, PDIP hendak mengamankan Pilkada 2020 sebagai batu loncatan ke Pemilu 2024.
Baca lebih lajut »
Azis Syamsuddin apresiasi Singapura sukses gelar pemilu saat pandemiWakil Ketua DPRI RI Azis Syamsuddin mengucapkan selamat ulang tahun ke-55 untuk Singapura serta mengapresiasi atas terlaksananya pemilihan umum yang digelar ...
Baca lebih lajut »