Kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan III-2022 juga ditopang kinerja neraca perdagangan Indonesia yang menunjukkan surplus sebesar Rp14,92 miliar d
Indonesia juga masih mendapat keuntungan, akibat tingginya harga beberapa komoditas unggulan seperti batubara, minyak kelapa sawit, besi dan baja.Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hampir terjadi di seluruh sektor usaha selama triwulan III-2022.
Sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB, tumbuh positif sebesar 4,83% year on year. Sektor lain, seperti pertambangan dan pertanian mengalami pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,22% dan 1,65% year on year. Di saat yang sama, sektor transportasi dan pergudangan merupakan sektor dengan pertumbuhan paling tinggi, diikuti akomodasi dan makanan minuman.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap berada di atas level 5% pada triwulan ke-iv tahun 2022, yang diharapkan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Emas Naik di Tengah Ancaman Resesi, Pegadaian SemringahPegadaian mengungkap bisnis gadai sepanjang tahun ini terbilang menantang, meski harga emas merangkak naik.
Baca lebih lajut »
Muamalat Market Outlook 2023,Ancaman Resesi Dijadikan PeluangDana haji yang dikelola oleh BPKH diproyeksikan dapat mencapai pada kisaran Rp160 triliun pada akhir tahun 2022.
Baca lebih lajut »
Ada Ancaman Resesi 2023, Pemulihan Konsumsi Masyarakat Terhambat?Meski ancaman resesi sedang banyak dikhawatirkan oleh sejumlah negara, Indonesia disebut-sebut masih memiliki perekonomian yang cukup kuat.
Baca lebih lajut »
Di KTT ASEAN-RRT Presiden Jokowi Bahas Ketahanan Pangan dan Stabilitas KeuanganPresiden Jokowi ingin ASEAN dan RRT harus pastikan ketahanan pangan ditangah ancaman resesi
Baca lebih lajut »
Indonesia Miliki Pondasi Kuat Hadapi Tantangan Resesi GlobalEkonomi Indonesia tidak akan terpuruk akibat resesi global lantaran neraca perdagangan yang surplus. Neraca perdagangan yang cenderung surplus dinilai berdampak positif pada peningkatan ekonomi. Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »