Di Jerman, karya-karya Pramoedya Ananta Toer masih dianggap relevan dengan siuasi terkini. Dia dianggap pembuka jalan sastra ke Jerman.
- Dari sel sunyi Pulau Buru hingga panggung sastra di Koln, suara Pramoedya Ananta Toer tak pernah padam. Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula ? God, God! Menghadap seorang bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri.
Tak pernah aku memaksa orang lain berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus aku lakukan untuk orang lain? Sambar geledek!dengan tokoh-tokoh lain dalam buku itu dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Albert Klutsch, seorang aktivis HAM Jerman sekaligus pegiat literatur. Albert membawa hadirin menengok kembali realitas keras yang melingkupi masyarakat Indonesia di masa lampau, yang masih terasa hingga kini. "Tulisan-tulisan Pramoedya mampu menangkap atmosfer tradisi yang masih menggambarkan masyarakat patriarki pada pergantian abad, namun masih relevan hingga sekarang," ujarnya.yang merasa terhina dan dipermalukan oleh ayahnya sendiri, menurut Albert adalah sesuatu yang sebenarnya biasa terjadi di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia di bawah pemerintahan militer.Karl Mertes dari Deutsch-Indonesische Gesellschaft Koln, organisasi yang menyelenggarakan acara ini, menambahkan,"Karya-karya yang ditulis oleh Pramoedya masih sangat relevan hingga sekarang, karena mengangkat begitu banyak sisi kemanusiaan yang dituangkan lewat tulisan." Dia mengingatkan bahwa karya Pramoedya bukan hanya sastra, melainkan refleksi mendalam atas sejarah dan kehidupan bangsa Indonesia. Secara hati-hati pada tahun 1980-an saat masih bekerja sebagai editor dan pegawai pemerintahan yang melatih produksi televisi, ia mewawancarai Pramoedya. Sementara, perjumpaan Albert Klutsch dengan Pramoedya bermula dari pekerjaan di Amnesty International yang membawanya melakukan investigasi pelanggaran hak asasi manusia terhadap tahanan politik di Pulau Buru. "Setelah Pramoedya dibebaskan pada tahun 1979, saya berkesempatan bertemu dengannya secara langsung pada 1981. Dan pertemuan itu membuka jalan bagi penerbitan terjemahan karya-karya Pramoedya ke bahasa Jerman," tuturnya.Ia penulis pertama Indonesia yang bukunya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Tulisan-tulisannya selalu dekat dengan kemanusiaan. Menurut saya, lewat kalimat-kalimatnya, ia bisa menciptakan dunia yang sangat hidup," ucapnya. Namun kehadiran Pramoedya di tanah air saja masih sering terabaikan, ujar Isrol Medialegal, seniman mural asal Indonesia yang ikut hadir dalam acara, berbagi pengalaman dan keprihatinannya.Sejarah Tetralogi Buru Karya Pramoedya Ananta Toer: Lahir di Balik Jeruji, Dilarang Orde Baru, Diakui DuniaSeabad Pramoedya Ananta Toer, Ini Lokasi Rumah Masa Kecilnya di BloraTrump Sebut Iran Bisa Normalisasi Hubungan dengan Israel, Gabung Abraham Accord
Jerman Bumi Manusia Tetralogi Buru Karya Pramoedya Ananta Toer Di Jerman Pramodeya Ananta Toer Jerman Karya Pramodya Ananta Toer Di Jerman Karya Pramodya Ananta Toer Di Jerman
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kala Bumi Ngamuk ke Netanyahu: Demo Massal-Lempar SepatuLebih dari 100.000 orang protes di Berlin menentang dukungan Jerman ke Israel. Mereka serukan penghentian militer dan akses kemanusiaan
Baca lebih lajut »
Sewa Mobil di Jerman Dikirim Pakai Remote ControlSewa mobil di Jerman kini punya inovasi unik yang bisa membuat konsumen lebih mudah mendapatkan kendaraan.
Baca lebih lajut »
Klasemen Sementara Liga Jerman: Bayern Munchen Jaga Rekor Sempurna, Klub Kevin Diks Harus BerjuangPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
LAP Coffee: Revolusi Ngopi Murah Guncang Industri Kopi JermanJaringan kedai kopi LAP Coffee dengan konsep kekinian dan harga terjangkau mengguncang pasar kopi di Jerman, didukung oleh investor besar dan teknologi digital. Kafe independen berjuang menghadapi persaingan, sementara konsumen menikmati pilihan baru.
Baca lebih lajut »
Kisah Inspiratif Evan Haydar Pemuda Gresik yang Kerja di Tesla Jerman, Ini Kiat SuksesnyaPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
Jerman janji dukung rencana perdamaian Gaza usulan TrumpKanselir Jerman Friedrich Merz pada Selasa berjanji akan memberi dukungan politik dan finansial atas rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden Amerika ...
Baca lebih lajut »




