Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat menyoroti subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak berdampak sosial. Menurut Djoko Setijowarno, subsidi BBM hanya dinikmati oleh kalangan mampu pemilik kendaraan pribadi, sedangkan transportasi umum hanya sebesar 3 persen dari total konsumsi BBM nasional.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat dan Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyoroti subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah. Menurutnya, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus dibayangi oleh teka-teki pembiayaan energi yang tidak pernah usai.
Ia menyebut salah satu pos pengeluaran yang paling menguras energi fiskal Indonesia adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), tetapi pos pengeluaran ini dinilainya kerap kali meleset dari target keadilan sosial. Besaran subsidi BBM selalu naik turun tiap tahunnya, dipengaruhi beberapa faktor, seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, dan volume konsumsi masyarakat. Dewan Penasihat MTI pusat itu lantas menyoroti konsumsi BBM di Indonesia.
Ia menyebut sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 40 persen dari total konsumsi BBM nasional. Namun ironisnya, data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa 93 persen dari konsumsi BBM subsidi tersebut justru dinikmati oleh kalangan mampu pemilik kendaraan pribadi
Dewan Penasihat MTI Pusat Subsidi BBM Transportasi Umum Keadilan Sosial Pembiayaan Energi
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pakar UPI Ungkap Kenaikan Harga Pertamax Rasional, Desak Pemerintah Jaga Subsidi BBMGuru Besar Ekonomi Mikro UPI, Prof. Dr. Eeng Ahman, menilai kenaikan harga Pertamax sebagai langkah korporasi yang rasional, namun pemerintah didesak menjaga proteksi subsidi BBM untuk masyarakat rentan.
Baca lebih lajut »
Kenaikan Harga BBM Mungkin Menurunkan Daya Beli MasyarakatKenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah bisa menimbulkan potensi menurunnya daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.
Baca lebih lajut »
Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pemerintah Pertahankan BBM Subsidi Pertalite dan SolarJuru Bicara (Jubir) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah mempertimbangkan daya beli masyarakat dan menahan harga Pertamax saat itu. Pemerintah memastikan mempertahankan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar untuk menjaga daya beli dan melindungi kelompok rentan.
Baca lebih lajut »
Tuntutan 11+9 Menggema dalam Demo Hari Ini, Soroti Kenaikan BBM dan Harga Bahan PokokMassa demonstran dijadwalkan akan menggelar aksi hari ini di sejumlah titik di Jakarta.
Baca lebih lajut »




