Dewan Adat Dayak Beri Pendampingan Hukum Tersangka Karhutla Kalbar

Indonesia Berita Berita

Dewan Adat Dayak Beri Pendampingan Hukum Tersangka Karhutla Kalbar
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 50 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 68%

Dewan Adat Dayak berharap tidak ada upaya kriminalisasi dan menjadikan petani atau peladang kecil sebagai kambing hitam karhutla Kalbar.

- Kebakaran hutan dan lahan kembali menerpa Kalimantan Barat sejak satu bulan terakhir. Akibat yang timbul dari kebakaran itu, ialah kabut asap yang menyelimuti langit di Bumi Khatulistiwa.

Aparat kepolisian kemudian sigap mencari tahu penyebab kebakaran dan sumber api. Hasil dari penyelidikan yang dilakukan, sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka dari 26 kasus yang diproses.Ketua Bidang Perempuan, Kesehatan dan Anak, dan Penanggulangan Bencana, Kalbar, Angeline Fremalco berharap tidak ada upaya kriminalisasi dan menjadikan petani atau peladang kecil sebagai kambing hitam atas kebakaran hutan dan lahan."Sejatinya, kami mendukung penegakkan hukum bagi pelaku karhutla. Tapi kami juga berharap aparat tidak gegabah dengan menangkap petani," kata Angelina, kepadaSeperti diketahui, sebagian masyarakat petani di Kalbar, mengenal metode bercocok tanam berpindah-pindah.

Mereka bercocok tanam, dari lahan satu ke lahan yang lain. Salah satu cara yang digunakan untuk mengolah lahannya adalah dengan cara dibakar.Dia menjelaskan, ketentuan yang dimaksud adalah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Untung Mana Bisnis Sewa Baju Adat saat 17-an atau Hari Kartini?Untung Mana Bisnis Sewa Baju Adat saat 17-an atau Hari Kartini?Usaha penyewaan pakaian adat tradisional biasanya kebanjiran pesanan di dua hari besar RI, yakni Hari Kartini dan juga HUT Kemerdekaan. Lebih untung mana ya? BisnisSewaBajuAdat via detikfinance
Baca lebih lajut »

Orang Tengger dalam pelukan adatRobert W. Hefner dalam bukunya Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam menyebut bahwa orang-orang Tengger adalah keturunan pengungsi Majapahit. Hidup di Dataran Tinggi Ngadas, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, dulunya mereka hidup mengisolasi diri. Beragam budaya pun merasuk ke dalam hidup masyarakatnya. Namun dengan modal toleransi, mereka justru hidup dengan penuh welas asih.
Baca lebih lajut »

Kemendes Gelar Festival Pranata Adat untuk Indonesia Damai di LombokKemendes Gelar Festival Pranata Adat untuk Indonesia Damai di LombokKementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggelar acara Penguatan Pranata Adat dan Budaya untuk perdamaian di Kabupaten Lombok Barat,
Baca lebih lajut »

Polisi: Seorang Perambah Tesso Nilo Klaim Membuka Tanah AdatPolisi: Seorang Perambah Tesso Nilo Klaim Membuka Tanah AdatPolisi menetapkan AA sebagai tersangka perambahan kawasan konservasi.
Baca lebih lajut »

Sewa Pakaian Adat Diburu Jelang 17 AgustusSewa Pakaian Adat Diburu Jelang 17 AgustusLaris-manis! Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, salon-salon atau butik penyewaan pakaian adat ramai pelanggan. Bahkan ada yang pesanannya meningkat hingga 100% lho! HUTRI via detikfinance
Baca lebih lajut »

Berbaju Adat, Airlangga Lantik Pejabat KemenperinBerbaju Adat, Airlangga Lantik Pejabat KemenperinAda yang berbeda nih dalam pelantikan kali ini, yaitu para hadirin di lingkungan Kemenperin mengenakan pakaian tradisional khas daerah-daerah di Indonesia. Begini pantauannya: Airlangga Kemenperin via detikfinance
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 05:26:21