Kasus pembunuhan: Berikut ini kronologis penusukan terhadap pria berkaus logo perguruan silat di Jalan Balongsari, Tandes, Surabaya. pembunuhan
Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto membeberkan kronologis peristiwa penusukan tersebut., bersama kawannya bernama Roza Maulana menuju ke rumah kawan lainnya di Tambak Mayor, Surabaya.
Usai tahlilan, mereka berdua pulang berboncengan. Roza Maulana membonceng Bagus mengendarai Honda Revo L 6798 T pulang ke tempat indekos di Sambikerep melewati lokasi kejadian. Dua motor Honda Vario itu menghalangi pergerakan motor korban. Kemudian dari arah belakang muncul orang tidak dikenal mengendarai Yamaha NMax berada di sisi kanan motor korban dan langsung menusukkan pisau ke arah kepala Bagus.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KSP: Diplomasi jadi Jalan Pemerintah Kejar Target Penuhi Kebutuhan VaksinRumadi berharap, tidak adalagi pihak yang menghambat usaha pemerintah dalam program vaksinasi nasional.
Baca lebih lajut »
PPKM Level 4 Lanjut, Tukang Servis HP PGC Bertahan di Pinggir JalanSelama buka lapak servis HP di pinggir jalan, Fajar mangkal dari pukul 10.00 WIB hingga sore hari dengan pendapatannya Rp 100-300 ribu setiap hari.
Baca lebih lajut »
Kurangi Macet Jabodetabek, Pemerintah Kebut Proyek Jalan Tol JORR 2Peran Tol Cijago seksi 3 akan berdampak pada pengurangan kemacetan di ruas tol lain dan memperlancar mobilitas warga Depok, Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta atau Jabodetabek.
Baca lebih lajut »
Hari Ini, Tarif Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo NaikTerhitung 19 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB tarif ruas Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo naik.
Baca lebih lajut »
'Jalan Enggak Ada, Listrik Enggak Ada, Kami Masih Dijajah, Belum Merdeka'Selain tak ada akses jalan yang memadai, 222 desa di pedalaman Kalimantan Timur juga belum dialiri listrik negara,
Baca lebih lajut »
WNI di Kabul, Afghanistan: Saat Taliban berkuasa, 'Semua turun ke jalan untuk kabur' - BBC News IndonesiaSeorang warga negara Indonesia yang berada di Kabul bercerita tentang apa yang ia saksikan saat Taliban menguasai ibu kota Afghanistan, kondisi yang ia sebut 'terjadi kepanikan dan ketakutan'. Pemerintah Indonesia sendiri belum menentukan sikap terkait pemerintahan baru yang akan dibentuk Taliban.
Baca lebih lajut »