Iqbal menyebut kelompok ini menjadi fenomena baru dalam aksi terorisme di Indonesia lantaran berinteraksi via media sosial, seperti platform yang marak digunakan WhatsApp dan Telegram
KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror terus bergerak melakukan preemptive strike dan penangkapan terduga teroris di sejumlah wilayah.
"Totalnya ada 36 orang, dengan segala strategi dan masif kita dapat menangkap dan menghentikan aksi kelompok ini. Semua hampir 90% mereka berbaiat secara online," kata Iqbal di Jakarta Selatan, Rabu . "Otomatis borderless atau tanpa batas. Karena itu mereka berpencar dan jumlahnya tidak sedikit. Para terduga teroris itu berbaiat kepada ISIS secara online, itu juga jadi fenomena baru," terangnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Densus 88 Tangkap Suami Istri Terduga Teroris di SragenAA ditangkap di bengkel Pasar Masaran saat membeli suku cadang sepeda motor, sedangkan istrinya, NV didicuk di rumah.
Baca lebih lajut »
Densus 88 Tangkap Warga Cirebon Diduga Terlibat Jaringan JADWarga Cirebon berinisial S itu ditangkap karena kerap berkomunikasi dengan napiter.
Baca lebih lajut »
Dugaan Terlibat JAD, Densus 88 Tangkap Pasutri di SemarangTim Densus 88 menahan sepasang suami istri (pasutri) di sebuah rumah kontrakan di Kota Semarang pada Selasa (15/10) dengan dugaan terlibat JAD.
Baca lebih lajut »
Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di MalangTerduga teroris yang ditangkap berinisial RK.
Baca lebih lajut »
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di CirebonPenangkapan LT ini masih berkaitan dengan YF yang ditangkap pada Minggu (13/10) malam dan terduga lain di Cirebon serta Indramayu.
Baca lebih lajut »
Densus 88 Tangkap Satu Orang Terduga Teroris di MalangDensus 88 menangkap satu orang terduga teroris di wilayah Kedawung, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (15/10).
Baca lebih lajut »