Mengurusi keuangan negara membuat Sri Mulyani berpikir keras bahkan sampai bekerja 24 jam sehari selama satu minggu penuh.
Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani terus memutar otak dalam mengelola keuangan negara di tengah pandemi Corona ini. Bendahara negara ini harus mengatur keuangan negara yang terbatas untuk bisa memberikan jaminan kehidupan yang layak kepada warga negara.
"Saya bisa nggak setengah hari di Sabtu ini saya ingin ketemu cucu saya. Saya merasakan bekerja 7 hari 24 jam penuh," sambung Sri Mulyani. "Karena orang menganggap kalau dari satu meeting ke meeting lain nggak perlu travelling time, cuma pindah dari satu zoom to another zoom, padahal di Kemenkeu harus menyediakan bahan karena ada konsekuensi keuangan negara," jelasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Soal Kenaikan Anggaran Covid-19: Hardjuno: Suka-suka Menkeu Sri Mulyani SajaAlokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menuai kritik sejumlah pihak. anggaranCovid-19
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: New Normal Munculkan Tren Baru yang Pengaruhi Perdagangan DuniaMunculnya fenomena new normal akibat dampak Virus Corona di berbagai belahan dunia dapat memunculkan pola permintaan dan tren baru.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Sebut Gambaran Ekonomi 2021 Diliputi KetidakpastianSri Mulyani menjelaskan berbagai lembaga internasional telah merevisi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi. SriMulyani
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Obral Stimulus dan Insentif Dorong Pertumbuhan EkonomiLangkah stimulus dan dorongan serta kebijakan insentif diambil pemerintah untuk menjaga dan memulihkan sisi permintaan dan...
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: Pajak Film Streaming Sama dengan Produk KonvesionalMenteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pungutan pajak untuk produk digital dari luar negeri seperti streaming film, musik, aplikasi, jasa online, hingga gim akan diperlakukan seperti produk konvensional.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani: Transformasi Subsidi jadi Bansos Rentan Salah Sasaranpemerintah sependapat dengan pandangan Dewan Perwakila. Rakyat (DPR) mengenai perlunya transformasi belanja subsidi menjadi bansos
Baca lebih lajut »