Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.854,43. Sedangkan terendah 4.714,74.
Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada awal perdagangan Jumat ini dibuka melemah.
Pada pembukaan perdagangan Jumat pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 1074,29 poin atau 2,34 persen ke posisi 4.738,23. Sementara indeks saham LQ45 juga turun 3,55 persen ke posisi 718,92.Total frekuensi perdagangan saham 32.041 kali dengan volume perdagangan 461,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 458,3 miliar.
Investor asing jual saham Rp 20,48 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.995. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, keseluruhan bergerak di zona merah. Pelemah dipimpin oleh aneka industri yang anjlok 3,9 persen. Kemudian disusul sektor industri dasar yang turun 3,44 persen dan sektor aneka manufaktur yang turun 3,25 persen.
2 dari 2 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Saham Perbankan Berguguran, IHSG Ditutup Melemah 2,27 PersenSaham perbankan seperti milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi penekan utama IHSG hari ini.
Baca lebih lajut »
Awali Sesi, IHSG Terkena Aksi Jual SahamPukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan melemah 95,3 poin (1,98 persen) menjadi 4.821.
Baca lebih lajut »
IHSG Dibuka di Zona Merah Didorong Aksi |em|Profit Taking|/em| |Republika OnlineSelain profit taking, isu perminyakan dan ekonomi AS berpotensi jadi sentimen negatif
Baca lebih lajut »
Awali Sesi, IHSG Dilanda Aksi Ambil UntungIHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.036 dan level terendah 4.965.
Baca lebih lajut »
Sesi Siang, IHSG Menguap 122 Poin Menuju 4.912IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.036 dan level terendah 4.897.
Baca lebih lajut »
Sentimen Laporan Pekerja AS, IHSG Dibuka Turun ke Level 5.035,06'Penyebabnya laporan pekerja di AS turun jauh dibawah ekspektasi, bank dunia pesimis, adanya kontraksi ekonomi, IHSG juga kurang sentimen, investor ambil untung.'
Baca lebih lajut »