Berbekal pengalaman sebagai penjual daging, Kepala Kantor SAR Kendari bisa menyembelih dan membagikan sapi kepada warga kurang mampu hanya dalam beberapa menit saja.
Liputan6.com, Kendari - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Kendari, Djunaidi, terlihat lincah memainkan pisau penyembelih sapi kurban Idul Adha, Minggu siang. Hanya beberapa menit saja, seekor sapi kurban dewasa berhasil dirobohkan dan disembelih.
Sekitar tahun 1989, dia bersama ayahnya Abdul Fattah dan ibunya, Angku Pati, bekerja menjual daging. Saat itu, dia harus bekerja keras membantu keluarga dan menghidupi 5 orang saudaranya. Hidangan coto yang dibuat Djunaidi, tak jarang disajikan saat acara resmi yang digelar Kantor SAR Kendari. Tak jarang, coto buatan Djunaidi kerap mendapat pujian karena tak kalah gurih dengan buatan pedagang aslinya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Oknum Pratu TNI Tembak Kepala Pengendara MotorSeorang oknum anggota TNI berpangkat Prajurit Satu (Pratu) menembak seorang pengendara sepeda motor bernama Adi Saputra (24). Adi terkena tembakan di bagian kepala hingga tewas di tempat.
Baca lebih lajut »
Perampok Sadis Sasar Kantor Dinkes, Satpam dan Penjaga Kantin DisekapDua perampok bercadar sudah berada di dalam dengan membawa sajam dan mengancam akan menghabisi korban. PerampokSadis
Baca lebih lajut »
Jaga Kesehatan Mental dengan Menghindari Stres di KantorStres karena pekerjaan tak baik buat kesehatan mental dan juga fisik. Untuk meredamnya, coba tips berikut.
Baca lebih lajut »
Anies Akan Siapkan Kantor bagi Indonesia Diaspora NetworkLokasi gedung untuk IDN itu direncanakan akan berada di Kuningan atau Gatot Subroto.
Baca lebih lajut »
KPK geledah kediaman mantan Kepala Bappeda JatimSatu lagi, pejabat daerah terjerat korupsi. Kali ini Ketua DPRD Tulungagung, kasusnya terkait dugaan suap pengesahan dana APBD. Kini KPK tengah cari bukti, termasuk geledah rumah mantan Kepala Bappeda Jatim.
Baca lebih lajut »