City dan PSG seolah dijalankan sebuah negara dengan dukungan finansial tak terbatas.
REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas mengatakan, Manchester City dan Paris Saint-Germain membahayakan sepak bola. Menurutnya, kedua klub tersebut seolah dijalankan oleh sebuah negara, dengan dukungan finansial yang nyaris tak terbatas.
City, yang juara Liga Primer Inggris musim lalu, dimliki oleh City Football Grup. Abu Dhabi United Grup memiliki 87 persen sahamnya. Sementara PSG disokong dana oleh Qatar Sports Investment sejak 2011. ''Klub negara menghadirkan bahaya yang belum pernah terjadi dalam sepak bola sebelumnya,'' ujar Tebas dikutip dari AS, Rabu .
Selama ini, lanjut Tebas, UEFA masih lemah dalam menegakan Financial Fair Play . ''Ini akan mengontrol ketat bahwa klub negara seperti City atau PSG dari pengeluaran yang sangat besar, termasuk hukuman Financial Fair Play,'' jelasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kejutan, MU Tolak Rencana PSG soal Transfer NeymarManajer MU, Ole Gunnar Solskjaer tak butuh tenaga striker Paris Saint-Germain, Neymar untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Baca lebih lajut »
Qlue Fokus Tawarkan Konsep Smart City ke Sektor Korporasi, Tertarik?Qlue berencana untuk menguatkan kemitraan dari segi sektor privat dan kota.
Baca lebih lajut »
Bursa Taruhan: Man City Juara Liga Inggris, Liverpool Kedua (Lagi)detikers, Premier League 2019/2020 akan segera dimulai! Bursa taruhan menjagokan Manchester City bisa kembali juara Liga Inggris dan melengkapi hat-trick. Gimana nih prediksi kamu? premierleague via detiksport
Baca lebih lajut »
Manchester City Sepakat Boyong Cancelo dari Juventus
Baca lebih lajut »
Masih Stabil, Berikut Daftar Harga City Car Agustus 2019Harga mobil kota belum ada perubahan. Masing-masing merek masih bertahan di bulan kedelapan 2019.
Baca lebih lajut »
Musim lalu MU lebih beruntung, City sialBerdasarkan indeks keberuntungan (luck index) yang disusun ESPN dan sebuah tim pimpinan Dr Thomas Curra dari London School of Economics, Manchester United ...
Baca lebih lajut »