Sengketa di Laut China Selatan harus segera dituntaskan karena mengundang risiko konflik terbuka di kawasan.
Citra satelit dari Maxar Technologies menunjukkan kapal-kapal China di wilayah sengketa Karang Whitsun di Laut China Selatan, 23 Maret 2021.
Rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan AS pada Sabtu menerangkan hasil pertemuan Austin dan Prabowo. Dikatakan, Pandangan Indo-Pasifik Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara sejalan dengan pandangan Indo-Pasifik AS. Intinya ialah mewujudkan pertahanan, keamanan, ketenteraman, kesejahteraan, dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Laut China Selatan masih dalam sengketa antara China dan sejumlah angota ASEAN, yaitu Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. China menerapkan sistem bernama Sembilan Garis Putus-putus yang mengatakan bahwa dua pertiga dari Laut China Selatan merupakan milik China. Teorinya, sistem ini berlandaskan dengan pergerakan historis China di perairan tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
China Protes Rilis Pentagon Terkait Pertemuan Llyod dan PabowoSengketa di Laut China Selatan harus segera dituntaskan karena mengundang risiko konflik terbuka di kawasan.
Baca lebih lajut »
China Protes Rilis Pentagon Terkait Pertemuan Llyod dan PrabowoSengketa di Laut China Selatan harus segera dituntaskan karena mengundang risiko konflik terbuka di kawasan.
Baca lebih lajut »
China rilis standar terminologi kedokteran hewan tradisional ChinaChina telah menyetujui dan merilis standar terminologi kedokteran hewan tradisional China, yang akan diimplementasikan mulai 1 Maret 2024, demikian menurut ...
Baca lebih lajut »
China Protests Pentagon Release Regarding Lloyd's and Pabowo's MeetingDisputes in the South China Sea must be resolved immediately because they pose a risk of open conflict in the region.
Baca lebih lajut »
Angkatan Laut AS: 'Perilaku China di Laut China Selatan' Harus Dipertanyakan'Perilaku agresif' China di wilayah Laut China Selatan, termasuk penggunaan meriam air oleh pengawal pantainya yang menyasar kapal Filipina, harus dipertanyakan dan diperiksa, kata komandan Armada Ketujuh Amerika Serikat pada Minggu (27/8). Laksamana Muda Karl Thomas memberikan jaminan...
Baca lebih lajut »
Komandan AS Blak-blakan Ajak Tetangga RI Usir China dari SiniKomandan Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengatakan 'perilaku agresif' China di Laut China Selatan.
Baca lebih lajut »