China telah membeli bahan energi dari Rusia senilai sekitar 12,6 miliar euro
REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- China telah mengambil alih Jerman sebagai pembeli terbesar ekspor energi Rusia sejak dimulainya perang di Ukraina. Laporan ini dirilis oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih pada Senin .
Baca Juga Jumlah tersebut termasuk ekspor senilai 12,1 miliar euro ke Jerman, masing-masing 7,8 miliar euro ke Italia dan Belanda. Sementara 4,4 miliar euro ke Polandia. Pergeseran tersebut mencerminkan semakin pentingnya China dan ekonomi non-Eropa lainnya untuk ekspor energi Rusia, yang menyediakan sekitar 40 persen dari anggaran federal negara itu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
India, China: Pasar Baru untuk Minyak Rusia yang Sepi PembeliIndia dan negara-negara Asia lainnya menjadi sumber pendapatan minyak yang semakin vital bagi Moskow meskipun Amerika Serikat (AS) telah memberi tekanan kepada mereka untuk tidak menambah volume pembelian minyak tersebut. Uni Eropa dan negara-negara sekutu lainnya telah memangkas impor komoditas...
Baca lebih lajut »
Makin Mesra, Rusia dan China Buka Jembatan Penghubung HeilongjiangRusia dan China semakin menunjukkan kemesraannya dengan membuka jembatan penghubung Heilongjiang yang melintasi Sungai Amur. Jembatan yang menghubungkan Kota Blagoveshchensk
Baca lebih lajut »
Update Perang Rusia vs Ukraina: China Sentil Negara Barat soal Bantuan Senjata | Kabar24 - Bisnis.comChina menentang bantuan penyediaan senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina serta sanksinya terhadap Rusia.
Baca lebih lajut »
Prabowo Ungkap Cara Indonesia Tengahi Konflik AS-China hingga Rusia-Ukraina | Kabar24 - Bisnis.comMenhan Prabowo menegaskan Indonesia berusaha menjadi \'teman yang baik\' terhadap semua negara yang kini terlibat konflik.
Baca lebih lajut »
100 Hari Invasi, Rusia Raup US$98 Miliar dari Ekspor Bahan BakarMenurut laporan CREA, sebagian besar bahan bakar fosil Rusia dikirim ke Uni Eropa. Ukraina pun mendesak negara Barat untuk memutuskan perdagangan dengan Rusia.
Baca lebih lajut »