Saham Apple ini ditutup menguat 2,31 persen ke US$193,97 per saham pada Jumat, sehingga kapitalisasi pasarnya menjadi US$3,05 triliun atau Rp45.872 triliun.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Apple Inc. mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$3 triliun atau Rp45.000 triliun.
Capaian bersejarah saham Apple membantu Indeks Nasdaq 100 mencatat kinerja terbaiknya di semester I/2023, mendorong reli saham yang lebih luas yang menandakan dominasi perusahaan-perusahaan teknologi besar. "Neraca keuangannya fenomenal, membayar dividen yang dapat terus tumbuh, memiliki program buyback yang aktif, dan bisnis platform yang mirip dengan kebutuhan pokok konsumen, semuanya didukung oleh gadget yang dilihat orang empat jam sehari," kata Curtis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IDXINFRA Boncos pada Semester I/2023, Saham WSKT & WIKA Bikin BeratSaham BUMN seperti MTEL, WSKT, dan WIKA menjadi saham yang paling menekan IDXINFRA.
Baca lebih lajut »
Fantastis! Pertama Kali, Nilai Apple Kini Tembus Rp45.000 TApple cetak sejarah dengan kenaikan harga sahamnya.
Baca lebih lajut »
Strategi Margin Trading untuk Investor Saham, Pahami RisikonyaInvestor perlu melakukan evaluasi profil risiko serta kemampuan finansial sebelum masuk dalam dunia margin.
Baca lebih lajut »
Banyak Saham Baru IPO Harganya Susut Nyaris Rp 1, BEI: Kami Pastikan Tetap SelektifMenurut BEI ada beberapa perusahaan yang memiliki harga saham Rp 50 rupiah tapi memiliki kinerja bagus, tetap profitable, dan bagi hasil.
Baca lebih lajut »
Grup Akseleran (AKSL) Siap IPO, Pasang Harga Rp100-Rp120 per SahamAkselerasi Usaha Indonesia (AKSL) yang membawahi perusahaan P2P Lending Akseleran berencana IPO dengan potensi dana hingga Rp358,61 miliar
Baca lebih lajut »
Perusahaan Suami Puan Caplok 65% Saham Pengelola Hotel AlilaPT Nusantara Utama Investama (NUI), perusahaan suami Ketua DPR Puan Maharani, menjadi pengendali baru emiten PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA).
Baca lebih lajut »