Mukti berusaha kabur sejauh-jauhnya dengan kondisi tangan dirantai sepanjang perjalanan dari Lampung ke Jakarta.
Mereka kemudian memasung Mukti pada sebuah tiang di rumahnya.
"Dia serombongan sama teman-temannya datang menghampiri saya. Saya enggak kenal rombongan itu. Saya diborgol, tangan saya dirantai," katanya, dilansir dari TribunJakarta.com.Rantai itu lalu diikat pada sebuah tiang. Keesokan harinya, Mukti membongkar ikatan itu dan kabur. Meski ikatan sudah terlepas dari tiang, Mukti tidak bisa melepas borgol pada tangannya karena digembok."Pertama naik angkot. Di sana enggak ada orang yang curiga. Terus naik bis kemudian kapal ,” tambahnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Stasiun Kereta Cepat di Halim Bakal Nyambung ke LRT Hingga TransjakartaStasiun Kereta Api Cepat Jakarta Bandung di Halim, Jakarta Timur, terus digenjot pembangunannya
Baca lebih lajut »
Bos TikTok Blak-blakan Ngaku Bukan Orang China, Ada Apa?Chew membuka kesaksiannya di depan Kongres AS dengan cerita tentang latar belakang kehidupan pribadinya.
Baca lebih lajut »
Jadwal Buka Puasa di Lampung Hari Ini, 25 Maret 2023Berikut jadwal di Provinsi Lampung hari ini, Sabtu, 25 Maret 2023, mulai dari Kota Metro hingga Mesuji.
Baca lebih lajut »
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pembalakan Liar Kayu Sonokeling di Lampung |Republika OnlineKayu sonokeling diduga hasil pembalakan liar di Hutan Raya Wan Abdul Rachman.
Baca lebih lajut »
Pembalak Liar Curi Kayu Sonokeling dari Tahura Wan Abdul Rachman LampungKayu sonokeling di dalam kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Lampung, menjadi incaran pembalak liar. Hasil pembalakan diduga dijual ke luar Lampung. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »