PMK telah menyebar ke 19 provinsi dengan jumlah kasus 184.646 ekor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus melakukan berbagai upaya demi menekan peningkatan dan mencegah meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku yang terjadi akhir-akhir ini. Penyakit pada hewan ternak tersebut disebabkan oleh virus yang dapat menular melalu airborne, sehingga penyebarannya bisa sangat cepat hingga radius 10 km.
PMK sebagai Penyakit Hewan Menular strategis, penetapan status darurat PMK bisa diusulkan dari bupati/wali kota kepada gubernur lalu kepada pemerintah pusat. Telah diterbitkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 403 dan 404 Tahun 2022 untuk menetapkan di dua provinsi, yakni Aceh dan Jawa Timur. Ke depannya, dibutuhkan sekitar 28 juta dosis prioritas vaksinasi, dan saat ini yang sudah diimpor sebanyak 3 juta dosis, di mana 0,8 juta dosis dalam proses pengadaan pemerintah. Sedangkan yang 2,2 juta dosis sedang proses refocusing bagi pembiayaan anggarannya. Kemudian penyediaan vaksin dalam 3 bulan mendatang mampu lebih dari 16 juta dosis dari importir penyedia vaksin.
Mengingat jumlah vaksinasi PMK masih sangat rendah, maka perlu dilakukan pengaturan dan pengawasan lalulintas hewan dan ternak untuk kecamatan atau desa mendasarkan pada zonasi. Zona merah adalah daerah wabah, zona oranye daerah tertular, zona kuning daerah terduga, dan zona hijau daerah bebas. Lalu lintas hewan ternak antar zona risiko tersebut akan terus diawasi, dan juga akan dikendalikan oleh TNI/Polri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jadwal dan Lokasi Pemberian Vaksin Covid-19 Surabaya Hari Ini 19 Juni 2022Berikut jadwal dan lokasi pemberian vaksin di sejumlah titik kawasan Kota Surabaya. infovaksin
Baca lebih lajut »
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19Jadwal lengkap Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 yang akan digulirkan di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, pada 2-15 Juli mendatang. Jadwal Timnas Indonesia...
Baca lebih lajut »
WHO: Persepsi Pandemi Covid-19 Telah Usai Salah ArahDirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan persepsi bahwa pandemi Covid-19 telah selesai adalah pernyataan yang salah arah.
Baca lebih lajut »