BRG menggerakkan masyarakat yang tinggal di area karhutla sebagai salah satu upaya restorasi gambut.
TEMPO.CO, Dumai - Badan Restorasi Gambut telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Salah satunya program revitalisasi pada musim kemarau.“Kami mendorong masyarakat yang tinggal di area lahan bekas terbakar, ini sebagai salah satu upaya restorasi gambut.
Binsar Sigalingging dan Sania pimpinan kelompok dari masing-masing budidaya lebah dan nanas menjelaskan keuntungannya yang bisa mereka dapatkan. “Untuk saat ini, kami belum komersilkan madunya, karena ini baru awal,' ujar Binsar.'Kami punya 7 kandang lebah dengan 10 kotak di dalamnya. Ini bisa menghasilkan lima kg per bulan, dan harga jualnya cukup tinggi per kg Rp 400 ribu, bahkan di Malaysia sudah sampai Rp 800 ribu per kg,” tambah Binsar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BRG Revitalisasi Ekonomi Warga di Area Bekas KarhutlaBRG mengajak masyarakat untuk menanam nanas dan berternak.
Baca lebih lajut »
TNGP Lakukan Berbagai Upaya Cegah KarhutlaSalah satu upaya TNGP cegah Karhutla adalah kampanye lewat media sosial
Baca lebih lajut »
IFCC Kampanye ke Dunia Peran Masyarakat Cegah KarhutlaRakyat Indonesia aktif berpartisipasi mengurangi karhutla dan perubahan iklim
Baca lebih lajut »
BRG intensifkan restorasi gambut di Pulau RupatBadan Restorasi Gambut (BRG) terus mengintensifkan upaya pemulihan lahan gambut di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang merupakan pulau terdepan di ...
Baca lebih lajut »
Viral Aksi Messi Cegah Dembele Dikartu Merah Lawan SevillaMegabintang Barcelona Lionel Messi mencegah Ousmane Dembele dikartu merah saat Blaugrana menang telak 4-0 atas Sevilla di Liga Spanyol.
Baca lebih lajut »
Angka Stunting di Solok Tinggi, Kominfo dan Pemkab Ajak Remaja Cegah StuntingKabupaten Solok memiliki angka stunting yang tinggi. Para generasi muda Solok diajak untuk bantu menurunkan angka prevalensi...
Baca lebih lajut »