Cari Pembiayaan, Ketua OJK: Korporasi Lebih Pilih Perbankan dari Pasar Modal

Indonesia Berita Berita

Cari Pembiayaan, Ketua OJK: Korporasi Lebih Pilih Perbankan dari Pasar Modal
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 58 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 51%

OJK mengatakan, minat perusahaan terhadap pembiayaan melalui pasar modal masih kalah dibandingkan dengan perbankan meskipun...

OJK mengatakan, minat perusahaan terhadap pembiayaan melalui pasar modal masih kalah dibandingkan dengan perbankan meskipun nilai jumlah pinjaman terbatas. Foto/Ilustrasi- Otoritas Jasa Keuangan mengatakan, minat perusahaan terhadap pembiayaan melalui pasar modal masih kalah dibandingkan dengan perbankan meskipun nilai jumlah pinjaman terbatas. Padahal untuk pendanaan yang bersifat jangka panjang dan membiayai pengembangan bisnis perusahaan, pasar modal dapat menjangkau lebih luas.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, hal tersebut merupakan salah satu tantangan pasar modal Indonesia. Minat para korporasi lebih memilih perbankan dibandingkan pasar modal yaitu persoalan cepatnya pencairan dana. "Apalagi nasabah yang sudah ada track record di perbankan itu paling cepat, paling mudah," ujar Wimboh di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin .Menurutnya, pembiayaan perbankan juga memiliki kendala dan keterbatasan terkait legal lending limit. Sehingga pasar modal dapat mengambil peluang dari hambatan tersebut.

Pasalnya, pasar modal sangat dibutuhkan dalam pembiayaan sektor unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembiayaan untuk pembangunan dinilai lebih cocok dibiayai dengan sumber pendanaan jangka panjang. "Apabila dibiayai perbankan karena dana perbankan masih jangka pendek. Sedangkan pembiayaan jangka panjang dibiayai pasar modal. Perbankan ini transformasi risiko sumber dana kecil, peminjam besar, jangka dana pendek tapi pembiayaan panjang. Kami harapkan pasar modal punya ruang lebih besar untuk media rising fund jangka panjang," tuturnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ekonomi Global Melambat, Ketua OJK Ingatkan Respon Cepat dan TepatEkonomi Global Melambat, Ketua OJK Ingatkan Respon Cepat dan TepatKetua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, tantangan dari perlambatan ekonomi global masih akan mewarnai...
Baca lebih lajut »

Ketua KPSN Pimpin Ekspedisi Borneo Cari Masukan Insan SepakbolaKetua KPSN Pimpin Ekspedisi Borneo Cari Masukan Insan SepakbolaMulai Kamis (8/8/2019) lalu hingga Kamis (15/8/2019) mendatang, Suhendra memimpin “Ekspedisi Borneo KPSN 2019” ke Pulau Kalimantan dengan perjalanan laut dan da
Baca lebih lajut »

OJK Minta Aftech Buat Aturan Perilaku FintechOJK Minta Aftech Buat Aturan Perilaku FintechOJK menunjuk Aftech menjadi organisasi penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) yang belum mereka atur.
Baca lebih lajut »

OJK akan Buat Aturan bagi Fintech di Luar Industri PeminjamanOJK akan Buat Aturan bagi Fintech di Luar Industri PeminjamanOJK akan membuat aturan baru untuk fintech yang bergerak di luar industri pinjam meminjam (P2P Lending) dan pendanaan berbasis ekuitas (equity crowdfunding).
Baca lebih lajut »

OJK: Pasar Modal Harus Bisa Tumbuh Lebih LagiOJK: Pasar Modal Harus Bisa Tumbuh Lebih Lagi
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 23:01:08