Komplikasi politik dan pandemi menyebabkan PDIP alot mengumumkan kepastian rekomendasi untuk Gibran dan Bobby Nasution.
JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ekstrahati-hati dalam memberikan rekomendasi untuk anak dan menantu Presiden Joko Widodo dalam pemilihan kepala daerah. Sebab, baik anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maupun menantu, Bobby Afif Nasution, memiliki komplikasi dalam pencalonannya.
Gibran mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo melalui Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Tengah karena tak didukung oleh Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Solo. Sebaliknya, DPC PDIP Solo berkukuh mencalonkan Achmad Purnomo, wakil wali kota inkumben. Meski Purnomo menyatakan mundur dari pencalonan pada Mei lalu, PDIP Kota Solo menolaknya. Sejumlah sumber menyebutkan, pencalonan Gibran ini mengakibatkan Ketua PDIP Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang juga Wali Kota Solo, berselisih dengan Jokowi.
Senada dengan Adi, Direktur Eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya, menyatakan PDIP sedang menunggu momen yang tepat untuk mengumumkan keputusan pencalonan Gibran dan Bobby. Yunarto menuturkan pembatasan sosial yang diberlakukan sejumlah daerah beberapa bulan belakangan membatasi pergerakan pengurus partai. Akibatnya, aktivitas seperti survei maupun komunikasi dengan partai lain turut terhambat. “Situasi pandemi memaksa partai berpikir ulang mencalonkan nama-nama.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Alasan Warga Bawa Anak ke CFD di Jaktim: Tidak Ada Petugas yang Larang'Belum tahu, tadi nggak ada (petugas yang mengingatkan),' ujara Ahmad di lokasi CFD Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. CFD
Baca lebih lajut »
Alasan di Balik Imun Anak Lahir Caesar Lebih RentanPerbedaan imun anak lahir caesar dengan anak yang lahir normal terjadi karena dipengaruhi beda proses interaksi pertama tubuh bayi dengan bakteri di sekitarnya.
Baca lebih lajut »
Pelaku Penyerangan Mapolres OKI Ternyata Baru Keluar Penjara Februari 2020, Teriak Cari-cari Polisi - Tribunnews.comIndra Oktomi (35 tahun), pelaku penyerangan Mapolres Ogan Komering Ilir adalah mantan narapidana yang bebas pada Februari lalu.
Baca lebih lajut »
Alasan New Normal Indonesia Berpotensi Gagal dan 3 Strategi MengatasinyaKebijakan ‘normal baru’ di Indonesia memiliki tiga kelemahan mendasar.
Baca lebih lajut »
Deddy Corbuzier Ungkap Alasan Menggunakan NarkobaDeddy Corbuzier mengungkap alasan dirinya nekat mengonsumsi narkoba sejak beberapa waktu lalu. DeddyCorbuzier
Baca lebih lajut »
3 Alasan Luhut Tegaskan Indonesia Butuh ChinaMenteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan 3 alasan Indonesia butuh China dalam percaturan ekonomi dunia.
Baca lebih lajut »