'Aku enggak terlalu vokal tentang ini, tapi makin ke sini semakin meresahkan dan bikin geregetan.' AbigailCantika RUUPKS HUTRI75
"Aku enggak terlalu vokal tentang ini, tapi makin ke sini semakin meresahkan dan bikin geregetan."
Dia merasa sedih melihat banyak korban yang terpaksa memilih bicara lewat media sosial karena merasa tidak mendapatkan perlindungan pemerintah, dan tidak merasa aman karena berada di negara yang tak memiliki undang-undang yang melindungi haknya sebagai manusia.Hal lain yang menjadi perhatian Cantika adalah tentang media sosial yang diibaratkan seperti pisau bermata dua.
Ada banyak manfaat positif dari media sosial, tapi di sisi lain ini membentuk generasi yang sangat mudah membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Dampak terburuk yang bisa terjadi adalah munculnya rasa harus mengikuti segala yang dipamerkan di media sosial, padahal bukan tak mungkin apa yang diunggah sudah dipoles di sana sini.
"Menurutku itu yang paling kerasa, terutama di bidang kreatif ya. Maksudnya, kalau dilihat banyak banget sekarang penyanyi yang sangat amat bagus suaranya,
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KSPI: Artis yang Promosikan RUU Cipta Kerja Tak Punya Hati - Tribunnews.comMenurut Said, tindakan para pesohor tersebut mencerminkan jika mereka tidak memiliki empati atas perjuangan buruh
Baca lebih lajut »
Ardhito Pramono Minta Maaf soal Unggahan Tagar #IndonesiaButuhKerjaMusisi Ardhito Pramono meminta maaf atas unggahan tagar IndonesiaButuhKerja. Ia mengaku tak tahu itu terkait omnibus law RUU Cipta Kerja
Baca lebih lajut »
Man City Bikin Pep Guardiola Geregetan Sampai Cabut RumputPep Guardiola terlihat sangat geregetan ketika Manchester City kesulitan meladeni Lyon. Guardiola sampai cabut-cabut rumput.
Baca lebih lajut »
Buruh Sebut Artis yang Promosikan RUU Cipta Kerja Tak Punya HatiMenurut Said, tindakan para pesohor tersebut mencerminkan jika mereka tidak memiliki empati atas perjuangan buruh.
Baca lebih lajut »