Menurut Busyro Muqoddas, proses seleksi calon hakim agung semakin tidak transparan dan akuntabel. TempoNasional
TEMPO.CO, Jakarta - Busyro Muqoddas menyurati Komisi Yudisial mengkritik proses seleksi calon hakim agung yang sedang berlangsung. Mantan Ketua KY itu menilai proses seleksi calon hakim agung semakin tidak transparan dan akuntabel.“Dari informasi media dan sumber-sumber lain yang patut dipercaya, disampaikan bahwa proses seleksi yang dilakukan KY tidak sepenuhnya dijalankan secara transparan, akuntabel dan partisipatif,” kata Busyro dalam suratnya, Kamis, 5 Agustus 2021.
Busyro mengatakan seleksi calon hakim agung 2021 patut disoroti karena bersamaan dengan gejala menguatnya pengabaian prinsip demokrasi, seperti transparansi, akuntabilitas dan partisipasi dalam pembahasan dan pengesahan sejumlah undang-undang. Seperti, UU KPK, UU Minerba, revisi UU MK dan UU Cipta Kerja, hingga pelaksanaan tes wawasan kebangsaan.Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi ini menilai komitmen terhadap pemberantasan korupsi juga melemah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Busyro Nilai Absurd Ganti Cat Pesawat Presiden saat PandemiKetua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai ada kekacauan persepsi dan sikap etis atas cat ulang pesawat presiden di tengah pandemi.
Baca lebih lajut »
Seleksi Hakim Agung Dikritik, KY: Seluruh Masukan Akan Jadi PertimbanganKomisi Yudisial mengapresiasi saran yang diberikan Koalisi Pemantau Peradilan ihwal seleksi hakim agung. TempoNasional
Baca lebih lajut »
KY Dikritik Tak Transparan Gali Rekam Jejak Calon Hakim AgungKomisi Yudisial dikritik ketika menggali rekam jejak calon hakim agung secara tertutup karena menghambat hak publik mendapat informasi.
Baca lebih lajut »
Wawancara Terkait Integritas Calon Hakim Agung Dilakukan Tertutup, Pemantau Peradilan: Sebuah KemunduranMantan Ketua KY Suparman Marzuki termasuk salah satu yang menyayangkan keputusan proses seleksi terkait integrasi calon hakim agung bersifat tertutup.
Baca lebih lajut »
Seleksi Hakim Agung, Dirjen MA Dicecar soal Dugaan MenyontekAnggota KY mengklarifikasi kepada Dirjen Badilum MA Prim Haryadi soal dugaan menyontek saat mengikuti kegiatan seleksi calon hakim agung.
Baca lebih lajut »