Makin banyak pemain yang dikabarkan bakal direkrut Real Madrid pada bursa transfer musim panas nanti. BursaTransfer
jpnn.com, MADRID - Kali ini giliran gelandang Tottenham Hotspur Son Heung Min yang disebut-sebut akan merapat ke Madrid. Don Balon, Sabtu mengabarkan bahwa Presiden Madrid Florentino Perez sangat mengagumi Heung Min.Baca Juga: Namun, Madrid harus menguras rekeningnya jika ingin menggaet gelandang Timnas Korsel itu.
Sebab, Tottenham dikabarkan hanya mau melepas Heung Min dengan harga USD 170 juta. Heung Min sendiri saat ini masih memiliki kontrak dengan Tottenham hingga 2023.Baca Juga: Sementara itu, Paris Saint-Germain berencana merekrut gelandang AC Milan Ismael Bennacer. Calcio Mercato mengabarkan bahwa PSG sudah mengajukan penawaran sebesar USD 34 juta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bursa Transfer: Gelandang Jempolan ke Madrid, Winger Maut ke MUReal Madrid dikabarkan bakal sangat sibuk pada bursa transfer musim panas mendatang. BursaTransfer
Baca lebih lajut »
Bursa Transfer: 7 Pemain Ini Disebut Jadi Incaran LiverpoolLiverpool mulai bersiap membenahi skuadnya menjelang kompetisi musim depan. Sejumlah nama besar terus dihubung-hubungkan dengan klub Liga Inggris ini.
Baca lebih lajut »
Bursa Transfer: Neymar ke Barcelona, Bek Sangar ke ChelseaPeluang Barcelona membawa pulang megabintang PSG Neymar pada bursa transfer musim panas terbuka lebar. BursaTransfer
Baca lebih lajut »
Saat Chelsea Bermanuver di Bursa Transfer, Tim Tetangga Justru 'Ngutang' ke BankTottenham Hotspur justru mencari pinjaman duit ke bank saat rival sekotanya, Chelsea, melakukan manuver di bursa transfer.
Baca lebih lajut »
Bursa Transfer: Bintang Barcelona ke City, Titisan Ozil ke ArsenalManchester City bakal memanfaatkan bursa transfer musim panas dengan maksimal untuk menggaet pemain baru. BursaTransfer
Baca lebih lajut »
Bursa Asia Terus Menguat Dekati Level Sebelum Wabah Covid-19Meski tren menguat, tetapi bursa Asia belum kembali ke level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang terjadi Januari lalu.
Baca lebih lajut »