Peningkatan produksi batu bara BUMI pada 2023 dapat mendorong laba bersih sekaligus saham perseroan.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. mendapatkan izin dari Kementerian ESDM untuk memproduksi sebesar 81,4 juta ton batu bara di 2023. Analis melihat hal ini merupakan sentimen positif bagi BUMI.
Dia melanjutkan, pada 2023, Samuel Sekuritas memperkirakan BUMI masih mencatatkan pertumbuhan pada laba bersih sebesar US$554 juta atau naik 5,3 persen secara tahunan didorong oleh penurunan beban bunga menjadi US$36 juta, seiring dengan adanya pembayaran utang sebesar US$1,56 miliar melalui non-preemptive rights di kuartal IV/2022.Adapun, Samuel Sekuritas masih merekomendasikan buy atau beli untuk saham BUMI, dengan target price Rp230 per saham.
Dileep melihat, permintaan listrik saat ini meningkat, tetapi tidak ada pendanaan yang tersedia bagi peningkatan produksi batu bara atau proyek terkait batu bara. Akibat hal tersebut, pasokan batu bara berkurang, di tengah tingginya permintaan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gimana Gak 'Meledak', 65% Perusahaan Batu Bara Kerek ProduksiKementerian ESDM menyebutkan mayoritas produsen batu bara menaikkan target produksi batu baranya pada 2023 ini.
Baca lebih lajut »
Kantongi Izin Produksi 81 Juta ton, Laba BUMI Bakal Melesat?PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mendapatkan izin produksi batu bara sebesar 81,4 juta ton dari Kementerian ESDM
Baca lebih lajut »
Pamor Batu Bara Berlanjut, Saham BUMI 'Terbang' SepekanJumat (20/1/2023) saham BUMI ditutup di level Rp 158/saham, menguat 5,33% dibandingkan kemarin di level Rp 150/saham.
Baca lebih lajut »
Gaji Sudah Deal, Manchester United Siap Beri Alejandro Garnacho Kontrak Terlama di Sejarah Klub?Manchester United dikabarkan siapkan kontrak super panjang untuk Alejandro Garnacho dan juga gaji baru yang besar.
Baca lebih lajut »
China Libur Imlek, Bos Batu Bara Nggak Jadi Dapat AngpaoHarga komoditas batu bara acuan kembali melanjutkan kinerja mengecewakan.
Baca lebih lajut »
Produksi Migas RI Menciut, Nasib 1 Juta Barel Gimana?Praktisi Sektor Hulu Migas menyebutkan perlu eksplorasi yang masif untuk genjot produksi migas RI
Baca lebih lajut »