Mahalnya harga beras di Indonesia karena sistem budidaya pertanian masih konvensional
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Perum Bulog optimistis, ketahanan pangan khususnya komoditas beras masih mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Impor beras diyakini tidak diperlukan hingga akhir tahun ini meskipun krisis pangan mengancam. "Ini soal harga diri karena kita negara agraris jadi seharusnya tidak boleh impor. Bulog harus berpihak kepada petani," kata Direktur Utama Bulog, Budi Waseso dalam sebuah diskusi virtual, Kamis .
Sementara, beras premium dalam negeri sesuai acuan pemerintah dihargai Rp 12 ribu - Rp 13 ribu per kg. sehingga memakan biaya produksi yang besar. Pada situasi krisis seperti ini, Budi menuturkan, tentunya mengimpor beras akan jauh lebih efisien dari berbagai aspek. Namun, ia menegaskan impor beras menyangkut kehidupan jutaan petani di Indonesia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bank Dunia Taksir RI Perlu Rp1.005 T Penuhi Kebutuhan RumahBank Dunia memperkirakan Indonesia perlu waktu 26 tahun untuk menutup kesenjangan kepemilikan rumah antar masyarakat.
Baca lebih lajut »
MPR RI: Perlu Kesadaran Kolektif Agar Kesehatan dan Ekonomi Bisa Jalan BeriringanMenurut Lestari MPR, perlu kesadaran kolektif dari masyarakat agar urusan kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19 bisa berjalan beriringan. MPRRI
Baca lebih lajut »
Bank Dunia Sebut RI Perlu Tambah Belanja 4,6 Persen dari PDBBank Dunia menilai Indonesia perlu tambahan alokasi belanja sebesar 4,6 Persen dari PDB per tahun untuk mencapai target pembangunan.
Baca lebih lajut »
Tak Ikuti Tren Global, RI Harusnya Tinggalkan BBM Oktan RendahMasih digunakannya BBM beroktan rendah di Indonesia dinilai tak lagi sesuai dengan tren global yang kini menerapkan BBM...
Baca lebih lajut »
Serapan Beras Bulog Mencapai 50 Persen selama Semester I 2020Perum Bulog tercatat telah menyerap beras sebanyak 700.000 ton sepanjang semester I atau setara 50 persen dengan target penyerapan Bulog yang dipatok 1,4 juta ton tahun ini. bulog beras
Baca lebih lajut »
Andi Akmal DPR Desak Pemerintah Segera Lunasi Utang ke BulogAnggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah segera melunasi utangnya kepada BULOG agar lembaga logisik ini lebih leluasa melayani rakyat Indonesia. DPRRI
Baca lebih lajut »