Rumah sakit di Indonesia ada 3.000-an tapi alat deteksi kanker payudara hanya ada 200
Liputan6.com, Jakarta - Di balik kematian kanker payudara yang tinggi di Indonesia, ternyata hanya ada 200 alat deteksi kanker payudara atau yang disebut mammogram/mammografi dari total 3.100 rumah sakit . Minimnya mammogram berujung pada deteksi kanker payudara menjadi terlambat, bahkan pasien tidak tertolong nyawanya.
"Lho enggak sampai 10 persen, gimana mau deteksi? Pantas kematiannya tinggi. Saya bilang kenapa masalah itu enggak pernah diurus padahal sudah 77 tahun Indonesia Merdeka. Hal yang sama enggak diurus," Budi menambahkan. 2 dari 4 halamanKematian Akibat Kanker Payudara di Indonesia Capai 70 PersenDalam penanganan kanker payudara, Budi Gunadi Sadikin juga bertanya kepada ahli kanker terkait tingkat kematian. Disebutkan tingkat kematian kanker payudara mencapai 70 persen di Indonesia.
“Cancer dulu rendah dan nomor 3, sekarang dia di BPJS sudah nomor 2 dengan Rp4 triliun. Nomor 1 kan jantung Rp12 triliun, kemudian stroke Rp3 triliunan,” kata Menkes Budi Gunadi. Di antaranya, ada mammografi dan USG di 514 kabupaten/kota untuk deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan, pemenuhan CT Scan di 514 kabupaten/kota untuk deteksi dini kanker kolorektoral pada laki-laki, serta pemenuhan 10.000 hematoanalyzer untuk mendeteksi kelainan darah putih pada anak-anak.
“Kami mendorong agar 514 kabupaten/kota mampu melakukan bedah onkologi dan kemoterapi serta 34 provinsi bisa melakukan radioterapi,” pungkas Budi Gunadi. “Di Puskesmas nantinya akan ada 10.000 USG yang akan digunakan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga delay of diagnosis harapannya bisa kita kurangi," pungkasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Disebut Super Power Gegara Polemik RUU Kesehatan, Menkes Budi Gunadi Sadikin Beri Jawaban MenohokMenkes Budi Gunadi Sadikin dianggap menjadi super power dengan adanya kehadiran RUU Kesehatan.
Baca lebih lajut »
Akui Gagal Melobi BPJS Kesehatan Agar Menanggung Biaya Medical Check Up, Menkes Budi: Takut TekorBerikut alasan Menkes Budi Gunadi Sadikin belum juga berhasil melobi BPJS Kesehatan mengenai Medical Check Up
Baca lebih lajut »
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Baru Punya Misi Khusus Terkait Kendaraan ListrikKetua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menilai perlu ada payung aturan asuransi kendaraan listrik.
Baca lebih lajut »
Ekspansi Bisnis, Mitratel Bidik Pendapatan Rp 200 Miliar dari Fiber Optik |Republika OnlineFiber optik akan menjadi salah satu portofolio bisnis Mitratel.
Baca lebih lajut »
Pesawat Made In Temanggung Ini Terbang Tinggi 200 MeterPesawat dirakit menggunakan bahan lokal 70 persen. Ada mesin dan baling-baling bekas pesawat paramotor, juga ban motor Vespa.
Baca lebih lajut »
Turki Bidik Siswa Bandung Kuliah di 18 Perguruan Tinggi |Republika OnlineTurki memiliki lebih dari 200 perguruan tinggi dan 3.000 program Internasional.
Baca lebih lajut »