Bom Waktu Bunga Utang Negara - Opini - koran.tempo.co

Indonesia Berita Berita

Bom Waktu Bunga Utang Negara - Opini - koran.tempo.co
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 korantempo
  • ⏱ Reading Time:
  • 54 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 51%

Bom Waktu Bunga Utang Negara

Status darurat kesehatan yang diikuti pembatasan sosial berskala besar menuntut penyesuaian belanja negara. Tambahan belanja dan realokasi APBN 2020 yang difokuskan pada mitigasi dampak corona mencapai Rp 405,1 triliun. Imbasnya, defisit APBN melonjak ke posisi Rp 853 triliun atau 5,07 persen dari produk domestik bruto .

Kecenderungan di atas menunjukkan kemampuan penerimaan pemerintah dalam mendanai pembayaran bunga utang terus berkurang. Bom waktu belanja bunga utang akan membesar pada 2023 tatkala rasio defisit APBN harus kembali di bawah 3 persen, sesuai dengan yang digariskan Undang-Undang Keuangan Negara. Pertama, dalam jangka waktu dekat, pemerintah perlu menyebar beban agar belanja bunga utang tidak menumpuk di satu tahun anggaran tertentu. Kedua, membagi beban pembayaran bunga utang negara kepada semua pelaku ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, dikenal adagium"tidak ada makan siang yang gratis". Dengan kata lain, tidak mungkin memperoleh hasil tanpa pengorbanan. Maka, semua pelaku ekonomi diminta"kerelaannya" untuk bersama-sama memikul beban fiskal.

Dengan analogi itu, urgensi peningkatan penerimaan pajak kian mendesak. Dari tahun ke tahun, PDB nominal tercatat mampu tumbuh di angka 8-9 persen per tahun, sedangkan penerimaan perpajakan hanya tumbuh 1 persen. Rasio perpajakan yang melorot mengisyaratkan kemampuan pengumpulan pajak juga menurun.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

korantempo /  🏆 38. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

BPS: Ekspor Mei 2020 Turun U$10,53 miliar daripada April 2020BPS: Ekspor Mei 2020 Turun U$10,53 miliar daripada April 2020Menurut Kepala BPS Suhariyanto, penurunan ekspor tahunan itu disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas ke posisi yang cukup dalam.
Baca lebih lajut »

Enam Negara Putuskan tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020 |Republika OnlineEnam Negara Putuskan tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020 |Republika OnlineArab Saudi sedang mempertimbangkan membatalkan ibadah haji tahun ini. arabsaudi jamaahhaji haji ibadah ibadahhaji
Baca lebih lajut »

Enam Negara Putuskan tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020 |Republika OnlineEnam Negara Putuskan tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020 |Republika OnlineArab Saudi sedang mempertimbangkan membatalkan ibadah haji tahun ini.
Baca lebih lajut »

Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi per 13 Juni 2020Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi per 13 Juni 2020Yurianto mengatakan pasien positif Corona bertambah 1.014, sehingga kini totalnya menjadi 37.420 orang.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 13:02:55