Warga Afghanistan menyalahkan pemerintah atas ledakan yang kembali terjadi.
REPUBLIKA.CO.ID, KABUL—Ledakan kembali terjadi di Kabul, Afghanistan. Kali ini sasarannya adalah Masjid Sher Shah Suri di wilayah barat Kabul. Baca Juga Ledakan ini hanya berjarak 10 hari dari ledakan sebelumnya yang menyerang sebuah masjid di Wazir Akbar Khan, Kabul.
Sebuah rekaman dari dalam masjid yang tersebar dan viral di media sosial, menunjukkan kekacauan dan kepulan asap disusul orang-orang yang terlihat jatuh bergelimpangan di tanah. “Aku datang dari sisi lain dan tiba-tiba aku mendengar ledakan berbahaya. Kami bergegas masuk untuk membantu orang-orang yang terluka dan saya melihat Maulavi berbaring di sana,” kata Jawed yang dikutip di Tolo News, Sabtu .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
1.620 Warga Kabupaten Serang Ikut Rapid Test Massal, 3 Orang ReaktifRapid test massal di Kabupaten Serang dilanjutkan pada Jumat (12/6/2020)atau hari ini.
Baca lebih lajut »
Kabur dari Jakarta, 1 OTG Positif Corona Tulari 18 Warga SerangTerjadi penambahan cukup signifikan kasus COVID-19 di Serang. Satu OTG yang kabur dari Penjaringan, Jakarta, telah menulari virusnya kepada 18 orang warga di Kecamatan Tirtayasa. VirusCorona Serang
Baca lebih lajut »
Yuri Kritik Warga yang Maskernya tak Menutup Hidung |Republika OnlineMisalnya masker yang hanya dikalungkan atau masker yang hanya menutupi bagian mulut.
Baca lebih lajut »
21 Warga Desa Tolak Rapid Test Covid-19, Kades: Mereka Juga Tidak Karantina MandiriMereka terlacak melakukan kontak dengan pasien 02 positif Covid-19 di Flores Timur. Pasien yang berasal dari Desa Sagu itu terpapar Klaster Gowa.
Baca lebih lajut »
Warga Sempat Dengar Suara Ledakan Sebelum Ditemukannya Sekeluarga Tewas di TangerangSebelum peristiwa itu terjadi, warga sekitar sempat mendengar suara ribut-ribut di rumah tersebut.
Baca lebih lajut »
Diduga Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, Puluhan Warga Desa Ini Tolak Jalani Rapid TestSebanyak 21 warga Desa Sagu, Flores Timur, menolak menjalani rapid test Covid-19 meski masuk dalam riwayat kontak pasien 02 positif Covid-19.
Baca lebih lajut »