BNN: Narkoba Sintetis Lebih Berbahaya |Republika Online

Indonesia Berita Berita

BNN: Narkoba Sintetis Lebih Berbahaya |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 34 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 63%

NPS dengan potensi membahayakan kesehatan tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional , Brigjen Mufti Djusnir mengatakan narkoba jenis sintetis ini efeknya lebih buruk dibandingkan narkotika alami seperti ganja, heroin dan kokain.

Dalam kasus lain, mungkin ada perubahan kondisi mental akut, paranoia, gangguan pikiran, halusinasi, suasana hati yang buruk, cemas hingga pikiran untuk bunuh diri. "Beberapa individu yang rentan dapat lebih sensitif terhadap sifat kecanduan NPS dan karena itu bisa mengembangkan komplikasi medis, seperti paranoia ekstrem, halusinasi, kecenderungan bunuh diri dan mengubah status mental," kata Karuvetil seperti dilansir dari Strait Times.

Jika seseorang overdosis NPS, dia berisiko mengalami masalah kesehatan yang serius karena kurangnya tes laboratorium standar untuk mendeteksi keberadaan NPS dalam cairan tubuh, menurut Karuvetil.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kepala BNN: Selama Pandemi Covid-19, Penyelundupan Narkotika Dilakukan Secara DaringKepala BNN: Selama Pandemi Covid-19, Penyelundupan Narkotika Dilakukan Secara DaringJajaran Polri juga bisa mengungkap peredaran gelap narkotika sebanyak 16 ton sabu dari kurun waktu Januari sampai Maret 2020.
Baca lebih lajut »

BNN Antisipasi Modus BaruBNN Antisipasi Modus BaruSalah satu kasus terkini yang menggunakan metode jalur laut ialah 402 kg sabu dari Iran dengan jaringan narkotika internasional di wilayah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, awal bulan ini.
Baca lebih lajut »

BNN: Preferensi Penyalahgunaan Narkotika Naik 0,03 PersenBNN: Preferensi Penyalahgunaan Narkotika Naik 0,03 PersenKepala BNN menjelaskan, naiknya preferensi penggunaan narkotika disebabkan adanya peningkatan narkotika jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di masyarakat.
Baca lebih lajut »

BNN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 234 Miliar, Salah Satunya untuk Pembiakan K-9BNN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 234 Miliar, Salah Satunya untuk Pembiakan K-9\nMenurut Heru, pembiakan mandiri ini akan mengurangi impor anjing pelacak yang dinilai BNN tidak berkualitas baik.
Baca lebih lajut »

BNN Bengkulu Amankan 12 Kg Ganja dan 5 TersangkaBNN Bengkulu Amankan 12 Kg Ganja dan 5 TersangkaPenangkapan berawal dari informasi yang diterima BNN Bengkulu, ada seorang dari Pekanbaru akan ke Bengkulu menumpang bus travel membawa narkotika jenis ganja.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 20:52:35