BMKG: Yogyakarta bakal alami hari tanpa bayangan pertengahan Oktober

Indonesia Berita Berita

BMKG: Yogyakarta bakal alami hari tanpa bayangan pertengahan Oktober
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 40 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 19%
  • Publisher: 78%

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bakal mengalami fenomena hari tanpa bayangan ...

Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bakal mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada pertengahan Oktober 2019.

"Saat itu posisi matahari tegak lurus tepat di atas wilayah Yogyakarta. Bila kita berada di luar seakan-akan tidak ada bayangan yang muncul," kata Etik.Ia menjelaskan pada saat terjadi kulminasi, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Menurut dia, suhu udara saat terjadi kulminasi matahari pada umumnya akan terasa lebih panas. Ia mencontohkan, pada Oktober 2018 suhu maksimum di wilayah DIY mencapai 34,8 derajat Celcius.Kondisi cuaca panas seperti itu lazim terjadi pada September-Oktober mengingat posisi semu matahari berada dikisaran wilayah Yogyakarta. Pada bulan-bulan tersebut juga masih masuk periode musim kemarau.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

antaranews /  🏆 6. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

BMKG sebut hujan kurangi titik panas di KaltengBMKG sebut hujan kurangi titik panas di KaltengBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tjilik Riwut Palangka Raya mengatakan hujan yang mengguyur sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Senin ...
Baca lebih lajut »

BMKG: Jabodetabek Masih Musim Kemarau, Hujan Hanya SementaraBMKG: Jabodetabek Masih Musim Kemarau, Hujan Hanya SementaraHujan yang turun di beberapa wilayah Jabodetabek pada Sabtu (28/9) lalu bukanlah akhir dari musim kemarau.
Baca lebih lajut »

BMKG Ingatkan Warga Kepri Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang dan PetirBMKG Ingatkan Warga Kepri Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang dan PetirDalam pantauan satelit peramal cuaca BMKG Hang Nadim terungkap sebagian wilayah Kepri akan diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
Baca lebih lajut »

BMKG Analisa 17 Gempa Susulan Melonguane-TalaudBMKG Analisa 17 Gempa Susulan Melonguane-TalaudBMKG menyebut 17 gempa susulan terjadi setelah gempa 29 September.
Baca lebih lajut »

BMKG analisis 17 gempa susulan Melonguane-TalaudBMKG analisis 17 gempa susulan Melonguane-TalaudBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Winangun menganalisis sebanyak 17 kali gempa susulan di Melonguane, Kabupaten Talaud, ...
Baca lebih lajut »

725 kali gempa susulan terjadi di Ambon, sebut BMKG725 kali gempa susulan terjadi di Ambon, sebut BMKGBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin pukul 15.00 WIT telah terjadi sebanyak 725 kali gempa bumi susulan setelah gempa ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-06 15:29:29