Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, badai, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ...
Saat musim hujan, pengaruh El Nino tidak sedahsyat saat ini. Diharapkan sesuai prediksi kemarau panjang ini berakhir di Oktober dan mulai transisi di November Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengingatkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, badai, kebakaran hutan dan lahan , hingga polusi udara, untuk sejumlah daerah di Indonesia pada hari ini, Jumat .
Berdasarkan laman resmi BMKG di Jakarta, Jumat, wilayah yang harus mewaspadai hujan lebat dengan kecepatan lebih dari 50 milimeter pada hari adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan Papua. Selain hujan lebat, beberapa wilayah turut berpotensi diterjang angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam seperti Aceh, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat . Hujan disertai kilat dan petir atau badai pun diperkirakan menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Papua Barat. Meski terdapat potensi hujan lebat hingga badai, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengatakan Indonesia masih diterjang oleh musim kemarau yang berkepanjangan pada Oktober ini sampai November mendatang.Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya fenomena El Nino yang berdampak pada perubahan pola curah hujan, suhu udara yang meningkat, dan kecenderungan peningkatan titik panas di wilayah-wilayah yang rawan karhutla. Menurut BMKG, El Nino akan berlangsung hingga awal 2024 namun dampaknya akan berkurang saat memasuki periode musim hujan yang berakhir secara bertahap pada akhir Oktober dan mulai transisi hujan pada November 2023. "Saat musim hujan, pengaruh El Nino tidak sedahsyat saat ini. Diharapkan sesuai prediksi kemarau panjang ini berakhir di Oktober dan mulai transisi di November," tuturnya. Sementara musim kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino ini membuat karhutla berpotensi terjadi di beberapa daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Tak hanya itu, kata dia, fenomena panas terik hingga memunculkan potensi terjadinya karhutla ini pun membuat beberapa daerah diperkirakan mengalami polusi udara seperti di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Waspada gelombang tinggi hingga empat meter di perairan IndonesiaBadan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan ...
Baca lebih lajut »
Titik panas di Kaltim turun dari 257 menjadi 173 titikBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi adanya penurunan jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (KaltIm), ...
Baca lebih lajut »
Prakiraan Cuaca Riau 12 Oktober 2023, BMKG: Waspada!JPNN.com : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Pekanbaru sampaikan prakiraan cuaca Riau, Kamis 12 Oktober 2023. Waspadalah.
Baca lebih lajut »
- BMKG: Waspada Hujan Lebat Terjadi di 7 Wilayah pada Jumat, 13 Oktober 2023BMKG peringatan dini cuaca ekstrem besok Jumat (13/10/2023), waspada sebanyak 7 wilayah berikut berpotensi hujan lebat.
Baca lebih lajut »
BMKG: Musim hujan di Banten diprakirakan November, namun tak serentakBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Provinsi Banten mulai terjadi pada November 2023, namun tidak terjadi ...
Baca lebih lajut »
Wujudkan Nol Korban Bencana, Ini Strategi BMKGBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkomitmen untuk mewujudkan visi zero victim atau nol korban bencana.
Baca lebih lajut »




