Bikin TikTok 'Orang China Makan Kelelawar', Mahasiswi Ini Terancam DO

Indonesia Berita Berita

Bikin TikTok 'Orang China Makan Kelelawar', Mahasiswi Ini Terancam DO
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 44 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 51%

Seorang mahasiswi di Universitas Connecticut terancam dikeluarkan (DO) karena ulah rasisnya. Ia membuat TikTok soal orang China makan kelelawar. TikTok Kelelawar via detikfood

Adalah Olivia Davidson yang mendapat banyak kecaman di media sosial setelah mengunggah video TikTok yang kini telah dihapus itu. Terlihat ia memberi keterangan"Orang China melihatOlivia memegang pisau dan garpu lalu mengangkat dua jempol tangannya, seolah-olah mengatakan kalau orang China ingin makan tiap kali melihat kelelawar. Hal ini dinilai rasis oleh banyak orang, terlebih di masa-masa seperti ini.

Dewan Eksekutif Alpha Chi Omega juga langsung memanggil Olivia usai aksinya jadi perbincangan."Dia bukan lagi anggota kami. Tentu saja, kami tahu bahwa disiplin individu saja tidak cukup, itulah sebabnya kami juga menguraikan serangkaian komitmen, tindakan, dan rencana tambahan untuk keterlibatan yang akan kami lakukan secara keseluruhan," ujar seorang dewan.Olivia sendiri melalui Instagramnya juga minta maaf.

Berbagai pihak kampus lain juga ikut memberi komentar. UConn Chinese Undergraduate Student Association, misalnya, mengatakan tidak ada ruang sedikitpun untuk tindakan rasis seperti yang dilakukan Olivia. Mereka mengaku kecewa dan sedih atas apa yang ada dalam TikTok Olivia.Begitupun dengan Universitas Connecticut secara umum. Juru bicara Stephanie Rietz berujar mendapat banyak seruan untuk mengeluarkan atau drop out Olivia dari kampus.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Remaja Tiktok dan K-Pop Bikin Kampanye Trump Sepi PengunjungRemaja Tiktok dan K-Pop Bikin Kampanye Trump Sepi PengunjungRemaja Tiktok dan fans K-pop mengklaim mereka sukses membuat kampanye Presiden Donald Trump di Oklahoma sepi pengunjung.
Baca lebih lajut »

Pengguna TikTok dan Fans K-Pop Dinilai Ikut Sabotase Pawai Politik TrumpPengguna TikTok dan Fans K-Pop Dinilai Ikut Sabotase Pawai Politik TrumpPengguna TikTok dan fans musik Korea dinilai ikut bertanggung jawab membesar-besarkan harapan tentang jumlah orang yang hadir dalam rapat politik pertama Presiden Donald Trump dalam beberapa bulan ini
Baca lebih lajut »

Tim kampanye Trump bantah jumlah peserta 'dimanipulasi pengguna Tiktok dan fans K-Pop'Tim kampanye Trump bantah jumlah peserta 'dimanipulasi pengguna Tiktok dan fans K-Pop'Kampanye Presiden Donald Trump hanya dihadiri sekitar 6.000 orang, atau sepertiga dari kapasitas arena kampanye. Para pengguna Tik-Tok dan penggemar K-Pop mengaku mereka sengaja memesan tiket kampanye, tapi kemudian tak datang 'agar kursi-kursi kosong'.
Baca lebih lajut »

Fan K-Pop dan Pengguna TikTok Sabotase Kampanye TrumpFan K-Pop dan Pengguna TikTok Sabotase Kampanye TrumpPenggemar K-Pop dan pengguna TikTok menyabotase kampanye Presiden AS Donald Trump di Tusla, Oklohoma dengan cara memesan tiket fiktif.
Baca lebih lajut »

Pengguna TikTok dan Penggemar K-Pop Sabotase Kampanye Trump |Republika OnlinePengguna TikTok dan Penggemar K-Pop Sabotase Kampanye Trump |Republika OnlineKampanye Trump di Tulsa, Oklahoma disabotase pengguna TikTok dan fans K-Pop
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 12:24:43