Bank Indonesia (BI) mencatat telah mengantongi devisa hasil ekspor (DHE) sebanyak 173 juta dollar AS.
"Perkembangan transaksi totalnya sudah mencapai 173 juta dollar AS ," kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI Ramdan Denny Prakoso saat pelatihan wartawan di Yogyakarta, Sabtu .tersebut diparkir oleh 9 nasabah eksportir yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan.
"Ini perkembangan yang cukup baik. Dengan semakin selesainya masa konsolidasi, kita tentu lihat ke depan nilainya akan semakin meningkat," katanya.Deny mengatakan, sejauh ini, setidaknya sudah terdapat 20 bank yang ditunjuk BI sebagai bank devisa yang berhubungan langsung dengan para nasabah eksportir. Oleh sebab itu dia berharap, kinerja ekspor nasional terus meningkat sehingga devisa ekspor yang dapat diparkirkan di dalam negeri juga ikut bertambah.
Denny menjelaskan peran BI dalam mengelola langsung DHE hanya bersifat sementara. Dia juga berharap agar seiring berjalannya waktu, sistem mekanisme pasar akan bekerja melalui bank-bank yang ditunjuk dan pengelolaan dapat lebih optimal. "Ini tentu membutuhkan waktu, oleh sebab itu, kebijakan ini menjadi pioneer dahulu untuk menarik dana-dana tersebut masuk ke Indonesia," kata Denny.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bank Digital Rentan Kena Imbas Krisis Silicon Valley Bank?Kejatuhan Silicon Valley Bank dinilai berdampak bagi saham-saham bank digital di Bursa Efek Indonesia.
Baca lebih lajut »
Kondisi Perbankan Indonesia Stabil, BI Tetap Waspadai Efek SVBBank Indonesia meyakini dampak penutupan Silicon Valley Bank, Silvergate Bank, dan Signature Bank- tidak berpengaruh besar terhadap kondisi perbankan Indonesia - Halaman 1
Baca lebih lajut »
BI Sudah Tarik Devisa US$ 173 Juta Lewat Term Deposit Valas DHEDari implementasi Term Deposit Valas DHE sejak 1 Maret 2023, BI telah mengumpulkan DHE senilai US$ 173 juta. - Halaman 1
Baca lebih lajut »
BI Pastikan Kondisi Perbankan di Indonesia Masih Positif | merdeka.comDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar memastikan, kondisi perbankan di Indonesia masih kuat. Hal ini menanggapi tutupnya 3 bank raksasa di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank dan Signature Bank.
Baca lebih lajut »
Joe Biden Ingin Petinggi Bank-Bank Kolaps Dihukum Lebih TegasPresiden AS Joe Biden ingin memberikan hukuman yang lebih tegas kepada para bankir yang menyebabkan kegagalan bank, menyusul ambruknya 3 bank AS baru-baru ini.
Baca lebih lajut »
FDIC Cari Bank Besar yang Bersedia Akuisisi SVB dan Signature Bank |Republika OnlinePenjualan SVB atau Signature dinilai dapat memicu kerugian langsung pada pembeli.
Baca lebih lajut »