Berita hukum kemarin, jual-beli NIK hingga RUU Pertahanan

Indonesia Berita Berita

Berita hukum kemarin, jual-beli NIK hingga RUU Pertahanan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 78%

Terdapat beberapa berita hukum pada Kamis (15/8) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, mulai dari perkembangan kasus jual-beli Nomor Induk ...

Jakarta - Terdapat beberapa berita hukum pada Kamis menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, mulai dari perkembangan kasus jual-beli Nomor Induk Kependudukan hingga RUU Pertahanan.Polisi tangkap tersangka jual beli NIK dan KK

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Kepolisian Indonesia Komisaris Besar Polisi Asep Syafruddin dalam konferensi pers di Kantor Kepolisian Indonesia, Jakarta, Kamis, mengatakan tersangka ditangkap pada Selasa di Depok, Jawa Barat.Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan tersangka C yang memperjualbelikan nomor induk kependudukan tidak mendapatkan data itu dengan membobol sistem kependudukan dan pencatatan sipil.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

antaranews /  🏆 6. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Berita politik kemarin, persiapan Sidang Tahunan MPR hingga PrabowoBerita politik kemarin, persiapan Sidang Tahunan MPR hingga PrabowoTerdapat beberapa berita politik pada Kamis (15/8) yang menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, mulai dari persiapan Presiden atas Sidang ...
Baca lebih lajut »

Polisi: Data NIK diperjualbelikan bukan dari DukcapilPolisi: Data NIK diperjualbelikan bukan dari DukcapilDirektorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan tersangka C (32) yang memperjualbelikan nomor induk kependudukan (NIK) tidak ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 04:14:12