Berdendang dan bergoyang untuk 'balas dendam' pandemi, namun manajemen keselamatan massa 'belum dipahami' - BBC News Indonesia

Indonesia Berita Berita

Berdendang dan bergoyang untuk 'balas dendam' pandemi, namun manajemen keselamatan massa 'belum dipahami' - BBC News Indonesia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 70 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 31%
  • Publisher: 50%

Berdendang dan bergoyang untuk 'balas dendam' pandemi, namun manajemen keselamatan massa 'belum dipahami'.

dari Senayan lebih dari 1 dekade lalu, sudah nggak muat lagi,” kata Wendi dalam cuitannya.

“Semakin banyak amatir bikin festival dengan ribuan/puluhan ribu penonton maka semakin dekat pula kita dengan 'Tragedi Kanjuruhan versi Musik'. Untungnya itu tidak terjadi kemarin dan jangan sampai pernah terjadi di depan nanti. DemiBerdendang Bergoyang “Kalo bikin konser gratis, apalagi buat band papan atas yg fansnya solid dan lama gak ngumpul, plis lah jangan di tengah mall yg hari biasa aja udh crowded. Terus ngatur flow nya sekenanya."

Ketua Program Studi Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja Universitas Indonesia, Dr Zulkifli Djunaidi, mengatakan, hal yang terjadi di festival musikmembuktikan bahwa warga Indonesia "belum melek" isu manajemen keselamatan massa., dan juga pemerintah sebagai pihak yang berwenang.Zulkifli menjelaskan manajemen keamanan massa kerap kali “dikesampingkan” ketika target utamanya adalah keuntungan secara ekonomi, dan hal itu yang terjadi di Indonesia.

“Baru kita bisa menentukan untuk mencegah hal itu bisa terjadi. Dari sisi fasilitasnya, mengatur kapasitas, misalnya mengatur, fasilitas-fasilitas untuk evakuasi dan menyelamatkan nyawa, itu siap nggak di tempat berlangsungnya acara-acara tersebut sebelum acaranya dibuka?"Ketika acara hendak berlangsung dan para pengunjung sudah datang, Zulkifli juga mengatakan, pihak penyelenggara harus memberikan pengenalan dasar-dasar keselamatan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Jual Tiket Melebihi Kapasitas, Panitia Festival Musik Berdendang Bergoyang Akan Diperiksa Polisi - Pikiran-Rakyat.comJual Tiket Melebihi Kapasitas, Panitia Festival Musik Berdendang Bergoyang Akan Diperiksa Polisi - Pikiran-Rakyat.comPolisi menyebut penonton festival musik Berdendang Bergoyang jauh melebihi kapasitas. Pihak panitia Berdendang Bergoyang puna akan diperiksa
Baca lebih lajut »

Polisi: Penonton Berdendang Bergoyang Melebihi Kapasitas, Harusnya 10 Ribu Diisi 21 Ribu Penonton - Pikiran-Rakyat.comPolisi: Penonton Berdendang Bergoyang Melebihi Kapasitas, Harusnya 10 Ribu Diisi 21 Ribu Penonton - Pikiran-Rakyat.comPolisi menyebut penonton festival musik Berdendang Bergoyang melebihi kapasitas. Membuat Berdendang Bergoyang harus dihentikan.
Baca lebih lajut »

Datang Langsung dari Malaysia, Penonton Berdendang Bergoyang: Saya Rugi Sampai Rp 6 Juta!Datang Langsung dari Malaysia, Penonton Berdendang Bergoyang: Saya Rugi Sampai Rp 6 Juta!Dirinya dan tiga rekan lainnya pun memilih berlibur di Jakarta untuk mengalihkan perasaan kecewanya akibat kekacauan Festival 'Berdendang Bergoyang'.
Baca lebih lajut »

Polisi Sebut 50 Penonton Festival Musik Berdendang Bergoyang Pingsan - Pikiran-Rakyat.comPolisi Sebut 50 Penonton Festival Musik Berdendang Bergoyang Pingsan - Pikiran-Rakyat.comPolisi memperkirakan lebih dari 50 penonton festival musik Berdendang Bergoyang jatuh pingsan akibat kelebihan kapasitas.
Baca lebih lajut »

Puluhan Orang Pingsan di Festival Berdendang Bergoyang, Disparekraf DKI Jakarta Kecolongan?Puluhan Orang Pingsan di Festival Berdendang Bergoyang, Disparekraf DKI Jakarta Kecolongan?Penyelenggara festival Berdendang Bergoyang itu disebut melanggar apa yang telah disyaratkan Disparekraf DKI.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 16:01:15