Manusia sering dibuat bingung, kagum, dan kaget, dengan kemajuan teknologi. Namun jika diamati, manusia tak akan kagum terhadap perkembangan teknologi. Sebab teknologi diciptakan untuk menutupi kelemahan alami manusia. Polhuk AdadiKompas Kompas58
), teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi mampu menutupi kelemahan dan memudahkan aktivitas manusia. Namun jika dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berintergitas, teknologi justru berpotensi memperlebar kesenjangan antarmanusia.
"Itu karena kemampuan otak yang menciptakan teknologi. Teknologi itu memberikan fasilitas teknis yang mengatasi kelemahan natural fisik kita. Artinya apa, bahwa dari dulu sesungguhnya karya-karya manusia itu memang bisa melebihi dan mengatasi kelemahan yang dirasakan oleh rata-rata manusia," ujar Komaruddin.Dalam pratiknya, AI baru dimanfaatkan oleh segelintir kelompok manusia sehingga cenderung mempertegas piramida penduduk.
Jika generasi penerus memiliki integritas yang baik, ia meyakini manusia tidak akan menjadi korban dari keunggulan teknologi. Sebaliknya, jika integritas lemah, maka sebaik apapun sistem dan teknologi akan digunakan untuk tujuan yang tidak baik. Pemihakan terhadap dalam negeri pun harus diperkuat agar seunggul apapun teknologi selalu digunakan untuk memajukan bangsa dan negara.
Dalam kondisi demikian, menurutnya, banyak pekerjaan rumah agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Negara harus memainkan perannya mendorong kemajuan serta melindungi orang-orang. Negara pun harus mengontrol penggunaan teknologi oleh segelintir kelompok agar mampu melindungi kelompok lain yang kalah bersaing.
Indonesia harus memaksimalkan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan teknologi harus tinggi agar bisa setara dengan negara lain.Dengan modal tersebut, Indonesia harus memaksimalkan potensi yang dimiliki. Pemanfaatan teknologi harus tinggi agar bisa setara dengan negara lain. Kemudian dari sisi birokrasi, harus ada birokrasi pemerintahan yang efektif. Pemihakan kepada bangsa pun harus jelas agar melindungi kelompok-kelompok yang lemah. Potensi itu didukung oleh jumlah penduduk yang banyak.
"Di sekolah kami yang saya bina, Madania, guru yang berhenti belajar, dia juga harus berhenti mengajar. Sebab, kita mengantarkan anak didik memasuki hari esok yang, dan kompleks. Bagaimana kita bisa mengantarkan anak didik ke sana kalau guru tidak belajar untuk ikut mengintai tren pendidikan ke depan," tutur Komaruddin.Sejumlah pembicara, Selasa di Jakarta membahas topik"Demokrasi Dibajak Buzzer?” dalam diskusi yang diselenggarakan Lingkaran Jakarta dan Forges.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Beradaptasi dan Berkolaborasi Menghadapi Kemajuan TeknologiPerkembangan teknologi tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia. Kehadirannya sering kali menjadi pisau bermata dua yang membawa dampak positif sekaligus negatif. Iptek AdadiKompas Kompas58
Baca lebih lajut »
Arema FC Kalah dari RANS Nusantara FC, I Putu Gede Ungkap Sebab Kekalahan - Bolasport.comI Putu Gede kurang puas dengan hasil yang diraih Arema FC atas RANS Nusantara FC, tetapi ia bisa melihat kelemahan tim yang harus dievaluasi. Menurutnya, tim Singo Edan masih belum bisa bermain lepas dan terbawa dengan irama permainan lawan. 🦁
Baca lebih lajut »
Ekosistem Digital, Solusi Tepat untuk Efisiensi BisnisPerkembangan teknologi membuat semua pelaku bisnis harus beradaptasi dengan ekosistem digital.
Baca lebih lajut »
Kisah Korban Tragedi 1965 yang Menjadi Stateless Sebab Tolak Berkhianat ke SoekarnoKepada Presiden Jokowi, keduanya bercerita bagaimana saat momen pilu tragedi 1965 terjadi dan membuatnya dipaksa jauh dari Tanah Air sebab tidak bisa lagi kembali karena sudah hak kewarganegaraanya dicabut paksa pada masa itu.
Baca lebih lajut »
Keliru, Human Meat Project Menggalang Donasi Daging Manusia untuk Atasi Kelebihan Populasi dan Perubahan IklimKeliru, Human Meat Project Menggalang Donasi Daging Manusia untuk Atasi Kelebihan Populasi dan Perubahan Iklim TempoCekFakta CekFakta
Baca lebih lajut »
McDonald’s Jadi Santapan Pembuat Hoaks, dari Sertifikasi Halal sampai Daging ManusiaBerikut kumpulan hoaks seputar McDonald’s
Baca lebih lajut »