Benarkah Massa Mengamankan 3 WNA China, 2 Punya KTP Indonesia?

Indonesia Berita Berita

Benarkah Massa Mengamankan 3 WNA China, 2 Punya KTP Indonesia?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 20 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 11%
  • Publisher: 59%

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arief Fakrulloh melakukan penelusuran lewat Dinas Dukcapil Sulawesi Tenggara terkait kabar penahanan WNA China. WNA

jpnn.com, KENDARI - Sebuah media online menurunkan berita yang mengangkat judul '3 WNA China Diamankan Massa, 2 Orang Punya KTP Indonesia'. Penasaran dengan berita tersebut, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arief Fakrulloh melakukan penelusuran lewat Dinas Dukcapil Sulawesi Tenggara. Hasilnya, Kepala Disdukcapil Provinsi Sulawesi Tenggara H. Ismail Lawasa menyatakan berita tersebut tidak benar.

Dua WNI dimaksud masing-masing atas nama Suwandi dengan NIK 2171103011880001. Berdomisili di Kota Batam. Kemudian satu orang lagi atas nama Sumandi dengan NIK 1271200407740001, beralamat di Kota Medan. NIK keduaya diverifikasi menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan data kependudukan. Hasilnya, dinyatakan valid atau sesuai dengan data KTP-elektroniknya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

3 WNA di Batam Positif Corona, Satu Orang Turis3 WNA di Batam Positif Corona, Satu Orang TurisTim Gugus Tugas Kota Batam per 22 Juni mencatat jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 212 orang, 130 pasien dinyatakan sembuh, dan 12 orang meninggal.
Baca lebih lajut »

WNA Malaysia Positif Covid-19 Dirawat di Riau |Republika OnlineWNA Malaysia Positif Covid-19 Dirawat di Riau |Republika OnlineWSH melakukan kunjungan dari Malaysia ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Baca lebih lajut »

Dua Kapal Induk AS Bermanuver di Laut Filipina, Waswas Konflik dengan ChinaDua Kapal Induk AS Bermanuver di Laut Filipina, Waswas Konflik dengan ChinaDua kapal induk AS lengkap dengan kelompok tempurnya unjuk kekuatan, lembaga China memperingatkan potensi konflik militer...
Baca lebih lajut »

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Konflik Perbatasan India-China | Korut Ledakkan Kantor Penghubung di Kaesong[KABAR DUNIA SEPEKAN] Konflik Perbatasan India-China | Korut Ledakkan Kantor Penghubung di KaesongRangkuman berita terpopuler di kanal global sepanjang Selasa (16/6/2020) sampai Minggu (21/6/2020).
Baca lebih lajut »

Boikot Handphone China di India: Mudah Diucapkan, Sulit DilakukanBoikot Handphone China di India: Mudah Diucapkan, Sulit DilakukanPublik di India menyerukan boikot produk China atau made in China yakni ponsel pintar (smartphone) atau handphone China seperti Xiaomi.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 16:18:38