Daripada mengizinkan sekolah buka saat ini, Sultan menyatakan memilih untuk menggencarkan upaya swab test.
TEMPO. CO, Yogyakarta: Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X belum bisa mengizinkan pembukaan sekolah, meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah memberi lampu hijau bahwa di daerah zona kuning Covid-19 bisa menggelar kelas tatap muka.
Sebelumnya, lima kabupaten/kota di DIY dikategorikan secara umum masuk zona kuning setidaknya sebelum lebaran lalu.Sultan mengatakan jika harus membuka kegiatan pendidikan secara tatap muka, ia masih berpegang agar yang memulai kalangan kampus lebih dulu. Setelah itu, baru disusul jenjang pendidikan di bawahnya.Sultan tak mau jika harus mempertaruhkan nasib anak-anak jenjang pendidikan terendah dengan mengizinkan tatap muka.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
DPR Sebut Nadiem Belum Konsultasi soal Sekolah di Zona KuningKomisi X DPR menyebut keberadaan kurikulum darurat dan kebijakan pembukaan sekolah zona kuning yang opsional sebagai pelarian masalah.
Baca lebih lajut »
Sekolah di Tasikmalaya Belum Dibuka |Republika OnlineDinas Pendidikan juga akan merumuskan standar pelayanan minimal (SPM).bagi sekolah
Baca lebih lajut »
KPAI: Mayoritas Sekolah Belum Siap Gelar Belajar Tatap Muka |Republika OnlineMayoritas sekolah masih bingung mempersiapkan apa saja untuk menuju kenormalan baru
Baca lebih lajut »
The Sultan Hotel & Residence Hidupkan Kembali Sultan PizzeriaSultan Pizzeria terletak di area main tower, dekat dengan Kudus Hall dan infinity swimming pool.
Baca lebih lajut »
3 Polisi Korban Speedboat Tenggelam Belum Ditemukan, Pencarian Sementara DihentikanTim gabungan untuk sementara menghentikan pencarian terhadap tiga anggota Polairud yang hilang akibat speedboat tenggelam di perairan Pulau Tibi, Kabupaten Tanah Tidung. Polairud
Baca lebih lajut »
10 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Mebel di Cakung Belum PadamSejauh ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, sebanyak 250 karyawan di pabrik tersebut sudah dievakuasi.
Baca lebih lajut »