Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bekerja di Kementerian Keuangan harus siap menghadapi kritik.
Menurut dia, merumuskan keuangan negara merupakan instrumen politik yang akan berdampak pada masyarakat luas. Sehingga mau tak mau, pegawai Kemenkeu harus siap menghadapinya.
"Oh kalian lulusan PKN STAN ya, nanti mau ngurusin utang ya? Ngutang lagi? Kalian benar mau masuk situ, itu kan riba. Oh kalian masuk STAN ya, pajak ya. Oh tukang pajak nyekekin kita semuanya," kata dia. Dia meminta para lulusan STAN tidak gentar menghadapi kritik tersebut. Menurut dia, para pegawai Kemenkeu justru harus memahami dan meyakini bahwa pekerjaan mereka mengurus keuangan negara bertujuan pada kebaikan banyak orang.Dengan memahami pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh, Sri Mulyani meyakini lulusan STAN akan bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang yang mereka kerjakan kelak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pesan Sri Mulyani ke Lulusan STAN: Jaga Keuangan Negara, Jangan Dikorupsi!Bendahara Negara itu mewanti-wanti jangan sampai dikorupsi.
Baca lebih lajut »
Rp 2 Triliun Bakal Dikucurkan ke 15 Ribu Desa BerprestasiMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelontorkan uang tambahan sebesar Rp 2 triliun untuk program dana desa.
Baca lebih lajut »
Cerita Sri Mulyani Dikenang Jokowi Karena Hadiah Pada 2006Menteri Keuangan Sri Mulyani ingat betul dirinya dikenang Presiden Joko Widodo yang mendapatkan hadiah berupa insentif fiskal di 2006.
Baca lebih lajut »
Janji Sri Mulyani Kasih Insentif Buat Daerah yang Turunkan Stunting hingga Kemiskinan EkstrimKementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif fiskal kepada daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Jadi Sosok yang Ditakutkan Para Pemda, Ada Apa?Menteri Keuangan Sri Mulyani disebut-sebut menjadi salah satu sosok yang ditakutkan para pejabat pemerintahan daerah (pemda).
Baca lebih lajut »
Tambah Lagi, Sri Mulyani Kini Kantongi Rp 15,15 Triliun Pajak DigitalSampai dengan 30 September 2023, pemerintah telah menunjuk 161 pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) menjadi pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Baca lebih lajut »