Belajar dari Kasus SVB: Mencegah 'Bank Run'

Indonesia Berita Berita

Belajar dari Kasus SVB: Mencegah 'Bank Run'
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 69 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 31%
  • Publisher: 70%

Banyak pelajaran yang bisa dipetik atas kasus kolapsnya SVB, yang terjadi di sebuah negara maju yang selama ini menjadi role model industri perbankan. Menjaga tingkat kepercayaan masyarakat kunci utama mencegah bank run. Opini AdadiKompas

Dikutip dari Simorangkir , studi Dana Moneter Internasional 1980-1996 menyebutkan telah terjadi 133 kasusmengalami puncak pada saat terjadi krisis keuangan di AS tahun 2008, di mana sekitar 157 bank kolaps dan beberapa di antaranya karenayang bisa muncul setiap saat tanpa adanya peringatan sangat mirip sekali dengan kejadian gempa bumi yang juga dapat muncul setiap saat tanpa ada peringatan sebelumnya.

Pertama, adanya gejolak ekonomi yang fundamental, sangat ekstrem dan bersifat mendadak, memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sistem perbankan. Hal ini bisa terjadi karena bank menyimpan dan mengelola dana masyarakat untuk berbagai aktivitas ekonomi. Menurunnya kinerja bank yang semakin mengkhawatirkan tersebut dipicu berbagai aspek, antara lain liquidity mismatch, lemahnya manajemen bank, praktik perbankan dan tata kelola yang tidak sehat, lemahnya permodalan, serta tidak mampu bersaing.

Dalam waktu seketika itu pula para pemilik dana langsung memindahkan dananya dari bank tersebut, yang menyebabkan bank kekurangan likuiditas. Situasi yang tidak normal tersebut menjadikan cash is the king dan ketersediaan likuiditas yang mencukupi merupakan first line of defense yang harus dimiliki oleh setiap bank.

Keempat, bank-bank di Indonesia tidak memiliki exposure pendanaan ataupun simpanan dengan bank-bank bermasalah tersebut. Dengan demikian, perbankan nasional boleh dikatakan masih dalam situasi aman dan terkendali menghadapi kasus SBV tersebut.Kejatuhan SVB dan Signature Bank membuat regulator perbankan di AS mulai khawatir mengenai munculnya efek domino yang lebih besar.

Para pengamat menyayangkan mengapa The Fed tidak memiliki sistem peringatan dini atau bendera kuning yang harus dikibarkan sebelum SVB kolaps.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Startup Indonesia yang Terima Dana dari SVB SedikitStartup Indonesia yang Terima Dana dari SVB SedikitCOO Pluang Riadi Esadiputra menyatakan, penurunan nilai obligasi berimbas kepada kerugian yang tak terealisasi dan memengaruhi likuiditas
Baca lebih lajut »

Imbas SVB Bangkrut, Simpanan Bank Kecil di AS Turun Capai RekorImbas SVB Bangkrut, Simpanan Bank Kecil di AS Turun Capai RekorData bank sentral AS menunjukkan dana simpanan di bank-bank kecil di AS mengalami penurunan dalam jumlah rekor sebagai imbas SVB bangkrut.
Baca lebih lajut »

Buntut Kolapsnya SVB, Simpanan Bank Kecil di AS Turun Dalam Jumlah RekorBuntut Kolapsnya SVB, Simpanan Bank Kecil di AS Turun Dalam Jumlah RekorData yang dirilis bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, pada Jumat (24 Maret) menunjukkan dana simpanan di bank-bank kecil di AS mengalami penurunan dalam jumlah rekor menyusul bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) pada 10 Maret. Dilansir oleh kantor berita Reuters, jumlah dana...
Baca lebih lajut »

Buntut Bangkrut SVB, Simpanan Nasabah Bank-bank Mini AS Turun DrastisBuntut Bangkrut SVB, Simpanan Nasabah Bank-bank Mini AS Turun DrastisSimpanan deposito para nasabah di bank-bank kecil Amerika Serikat (AS) turun pesat menyusul runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) pada 10 Maret.
Baca lebih lajut »

SVB Bangkrut, Simpanan Nasabah Bank-bank Kecil AS AnjlokSVB Bangkrut, Simpanan Nasabah Bank-bank Kecil AS AnjlokSaat ini simpanan kumulatif bank kecil di Amerika Serikat tersebut menjadi 5,46 triliun dollar AS atau sekitar Rp 82.446 triliun.
Baca lebih lajut »

Ramadhan Bisa Jadi Momentum Sehat Sekaligus Menjaga LingkunganRamadhan Bisa Jadi Momentum Sehat Sekaligus Menjaga LingkunganPola makan nabati terbukti mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 01:11:00