Masyarakat diminta untuk tidak takut atau khawatir, sebab hewan yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi.
JawaPos.com – Penyelenggaraan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban saat ini dilakukan di saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku tengah menyebar.
Dalam keterangan resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Halal Science Center IPB University, Ahli Kedokteran Hewan drh Supratikno, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi daging yang terjangkit PMK karena bukan termasuk zoonosis. Hal ini berbeda dengan virus Anthrax.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cara Menyimpan Daging Kurban untuk Antisipasi PMK, Jangan Dicuci DuluJangan langsung dicuci dulu, begini penjelasan pakar cara menyimpan daging kurban yang benar untuk mencegah penularan PMK (penyakit mulut dan kuku).
Baca lebih lajut »
Virus PMK dan Idul Adha, Ini Peringatan untuk Masyarakat dan PeternakKoordinator Tim Pakar Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wiku Adisasmito meminta masyarakat berhati-hati jika kontak dengan hewan ternak terinfeksi PMK. TempoTekno
Baca lebih lajut »
MUI Ingatkan Syarat Wajib Hewan untuk Kurban Harus Sehat hingga Cara Antisipasi PMK - Pikiran-Rakyat.comFatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca lebih lajut »
Percepatan Vaksinasi PMK di Sumut, Pasokan untuk Idul Adha MencukupiSumut melaksanakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku dalam skala besar setelah menerima stok 10.000 dosis vaksin. Pemerintah menargetkan vaksinasi 30.000 sapi dalam waktu dekat untuk memutus rantai penularan. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Dompet Dhuafa: PMK Tak Menyulutkan Animo Masyarakat untuk Berkurban |Republika OnlineDompet Dhuafa hingga Kamis (7/7) mampu kumpulkan penjualan 14 ribu ekor hewan kurban
Baca lebih lajut »