Baju-baju bayi tak cukup untuknya, Kenzi harus mengenakan baju ayahnya untuk berpakaian.
Bayi bernama Muhammad Kenzi Alfaro asal Bekasi memiliki berat badan mencapai 27 kilogram di usianya yang baru menginjak 16 bulan. Baju-baju bayi seusianya tak cukup, Kenzi harus mengenakan baju ayahnya untuk berpakaian.
"Kalau baju, kadang pakai baju bapaknya. Orang bapaknya kecil," jelas Pitriah , ibu Kenzi, di kediamannya, Desa Pusaka Rakyat, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa , dikutip dari Kerabatnya terkadang memberikan bantuan pakaian untuk Kenzi. Mereka memberi pakaian untuk anak 10 tahun ke atas agar muat dipakai anak yang mengalami obesitas tersebut.Untuk popok, Kenzi bahkan menggunakan diaper yang berukuran XXL. Popok ukuran itu biasanya lebih mahal ketimbang ukuran yang kecil.
"Terus popoknya juga, kalau beli juga enggak kuat . Jadi, saya pakaikan yang XXL. Itu juga beli di warung, kalau yang XXXL, di warung enggak ada, di Indomaret juga langka, jadi dia pakai kalau tidur saja," ungkap Pitriyah."Satu hari bisa dapat Rp 50.000, kalau rame bisa Rp 80.000. Pemancingan tergantung sama pengunjung," jelas Pitriyah.
Selama ini Kenzi diberikan susu formula dan susu kental manis. Kenzi diberikan susu kental manis jika keluarga tengah cekak. " formula pas dari awal karena enggak ASI. Terus, sempat kental manis pas umur satu tahun. Itu karena enggak mampu beli susu formula," pungkas sang ibu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bayi Usia 16 Bulan Ini Beratnya 27 Kilogram, Ibu: Kadang Pakai Baju BapaknyaM Kenzi Alfaro, bayi obesitas berusia 1 tahun 4 bulan yang tinggal di wilayah Desa Pusaka Rakyat, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi memiliki berat badan 27 kilo...
Baca lebih lajut »
Risiko |em|Stunting|/em| Meningkat Pada Bayi Prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah |Republika OnlineIndonesia menempati peringkat lima angka kelahiran prematur dan BBLR.
Baca lebih lajut »
Seorang Bayi Korban Ledakan Petasan di Blitar Alami Gegar OtakSatu bayi korban ledakan petasan di Desa Karangbendo Ponggok, Kabupaten Blitar, mengalami gegar otak, yang diduga tertimpa reruntuhan bangunan
Baca lebih lajut »
Fakta-fakta Ledakan Petasan di Blitar yang Tewaskan Empat Orang, Kronologi hingga Bayi Alami Gegar OtakDeretan fakta-fakta ledakan petasan di Blitar, yang menewaskan empat orang. Dari kronologi kejadian hingga bayi alami gegar otak akibat ledakan. (20/2/2023)
Baca lebih lajut »
Seorang Bayi Alami Luka Berat Akibat Ledakan Pabrik Petasan di BlitarSebanyak 25 rumah rusak berat dan 4 orang jadi korban meninggal akibat ledakan rumah yang diduga menjadi pabrik petasan. Ledakan yang terjadi pada...
Baca lebih lajut »
Bayi Usia 4 Bulan Alami Cedera Kepala Akibat Ledakan Petasan di BlitarBelasan korban ledakan petasan di Blitar masih menjalani perawatan medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
Baca lebih lajut »