Bayi 38 Hari Meninggal Dunia Diduga Kaget Dengar Suara Petasan, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Indonesia Berita Berita

Bayi 38 Hari Meninggal Dunia Diduga Kaget Dengar Suara Petasan, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 KompasTV
  • ⏱ Reading Time:
  • 55 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 63%

Penjelasan dokter spesialis anak soal bayi berusia 38 hari di Gresik, Jawa Timur, yang meninggal dunia diduga karena kaget mendengar suara petasan.

- N, bayi berusia 38 hari di Gresik, Jawa Timur, meninggal dunia diduga karena kaget mendengar suara petasan.

"Mulai dari benturan/hentakan/defisiensi vitamin K, dan lain-lain," kata dr. Denta lewat akun Twitter @sdenta, Jumat. Selain itu, dr. Denta mengatakan bayi yang berusia kurang dari enam bulan masih sangat rentan ketika mendengar suara keras. "Yang perlu diketahui banyak orang adalah, bayi gak bisa kena suara kencang-kencang. Batas suara aman yang dianjurkan pada bayi sekitar 50-60 dB. Lebih tinggi dari itu maka risiko tinggi terjadi kerusakan pendengaran dan gangguan perkembangan lebih lanjut," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa pasangan Nur Hasim dan Nur Faizah . N, bayi mereka yang baru berusia 38 hari, meninggal dunia diduga akibat kaget mendengar suara petasan. T menyalakan petasan di tempat yang berjarak hanya dua rumah dari kediaman korban di gang barat Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Nufus menuturkan, karena tidak tersedia fasilitas ventilator di rumah sakit itu, akhirnya bayi N dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan pada Rabu siang. Bayi N masuk ruang ICU dalam kondisi sudah koma.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

KompasTV /  🏆 22. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Bayi di Gresik Meninggal Setelah Kaget Dengar Petasan, Ini Bahayanya Membuat Bayi TerkejutBayi di Gresik Meninggal Setelah Kaget Dengar Petasan, Ini Bahayanya Membuat Bayi TerkejutBayi 38 hari di Gresik meninggal diduga karena kaget dengar petasan. Apa bahayanya membuat bayi terkejut dan terhentak? Ini penjelasannya.
Baca lebih lajut »

Bayi 38 Hari di Gresik Meninggal, Diduga Kaget Dengar Suara Mercon Halaman all - Kompas.comBayi 38 Hari di Gresik Meninggal, Diduga Kaget Dengar Suara Mercon Halaman all - Kompas.comSebelum meninggal, bayi sempat dirawat di rumah sakit lantaran mengalami penggumpalan darah di bagian otak, hingga membuat pembuluh darahnya pecah. Halaman all
Baca lebih lajut »

Tragedi Bayi Usia 38 Hari Meninggal Dunia Diduga Akibat Kaget Dengar Ledakan PetasanTragedi Bayi Usia 38 Hari Meninggal Dunia Diduga Akibat Kaget Dengar Ledakan PetasanBayi berusia 38 hari itu sempat kejang-kejang setelah mendengar suara ledakan petasan. Dia sempat dibawa ke rumah sakit sebelum kemudian meninggal dunia.
Baca lebih lajut »

Kronologi Bayi Usia 38 Hari di Gresik Meninggal Diduga Kaget Suara Petasan, Pembuluh Darah PecahKronologi Bayi Usia 38 Hari di Gresik Meninggal Diduga Kaget Suara Petasan, Pembuluh Darah PecahT menyalakan petasan yang jaraknya dua rumah dari kediaman korban, saat petasan meledak, suaranya sangat keras, sehingga Bayi N langsung kejang.
Baca lebih lajut »

Makam Bayi Diduga Meninggal Tak Wajar Dibongkar Polisi di TulungagungMakam Bayi Diduga Meninggal Tak Wajar Dibongkar Polisi di TulungagungMakam bayi yang diduga meninggal tidak wajar, dibongkar Satreskrim Polres Tulungagung. Makam di Desa Ngunggahan, Bandung dibongkar untuk keperluan otopsi
Baca lebih lajut »

Bayi di Gresik Meninggal Setelah Kaget Dengar Kerasnya Ledakan PetasanBayi di Gresik Meninggal Setelah Kaget Dengar Kerasnya Ledakan Petasan'Setelah mendengar petasan itu, keponakan (korban) saya itu langsung kaget hingga mata kanannya itu nutup sebelah dan lidahnya terbalik ke atas,' terang Nufus. via detik_jatim
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 20:38:53