Bank Indonesia (BI) dinilai perlu mewaspadai adanya aliran modal keluar asing atau capital outflow usai keputusannya mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR.
Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia dinilai perlu mewaspadai adanya aliran modal keluar asing atau capital outflow usai keputusannya mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate di level 5,75 persen.
Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan antisipasi yang perlu dilakukan bank sentral ke depan adalah mewaspadai adanya kecenderungan capital outflow, yang akan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah. “Namun, umumnya ini terjadi dalam jangka pendek, sekarang tinggal bagaimana BI melihat apakah pelemahan yang akan terjadi masih berada pada range yang diperkirakan BI dan tidak akan mengerek inflasi dalam negeri ke level lebih tinggi,” ujarnya, Selasa .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%, Simak Keputusan Lengkap RDG BI!Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada sebesar 5,75%
Baca lebih lajut »
Telkom Dukung Bank Indonesia Bertransformasi Jadi Bank Sentral DigitalTomps sebagai produk digital unggulan Telkom untuk mengakselerasi penerapan digitalisasi proyek pembangunan kawasan Bank Indonesa.
Baca lebih lajut »
Bank Indonesia Sebut Surplus Neraca Perdagangan RI BerlanjutBank Indonesia menyatakan neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus pada Maret 2023.
Baca lebih lajut »
Bos BI Bawa Kabar Baik, Dijamin Bikin 'Happy'Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,5% -5.3% pada 2023.
Baca lebih lajut »
Transaksi Berjalan Diperkirakan Surplus 0,4% Tahun IniBANK Indonesia memperkirakan neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada 2023 akan memiliki kinerja positif.
Baca lebih lajut »