Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta partai politik, bakal calon anggota legislatif, bakal calon kepala daerah, dan bakal calon presiden untuk tidak menggunakan Ramadan sebagai ajang kampanye terselubung. Jika tetap dilakukan, Bawaslu bakal bertindak tegas.
Warning tersebut disampaikan Komisioner Bawaslu Lolly Suhenty dalam pertemuan dengan perwakilan partai politik di Artotel Hotel, Jakarta, kemarin . Dia mengatakan, mengacu pada pengalaman terdahulu, Bulan Ramadan memiliki tingkat kerawanan tersendiri.
Saat bulan tersebut, lanjut dia, ada potensi pihak tertentu memanfaatkan momen keagamaan untuk kepentingan elektoral. “Misalnya, terjadi upaya yang mengarah kampanye di tempat-tempat yang dilarang,” ujarnya. Potensi pelanggaran lainnya yang terjadi adalah money politics berkedok infak atau sedekah hingga politisasi isu agama untuk kepentingan politik. Semua kasus tersebut melanggar ketentuan UU Pemilu.
Lolly menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi melarang peserta pemilu untuk berbuat baik ataupun melakukan kegiatan di rumah ibadah. Hanya, dia meminta partai dan bakal calon untuk tidak melampaui batas-batas ibadah yang wajar. “Yang tidak boleh bagi Bawaslu adalah mencampuradukkan antara berbuat kesalehan kebaikan dan kampanye terselubung,” imbuhnya.
Jika harus berkegiatan di masjid, misalnya, ada sejumlah aturan yang harus ditaati. Antara lain, tidak membawa atribut kampanye, datang berdasar undangan, dan disarankan tidak hanya salah satu peserta Pemilu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bawaslu Wanti-wanti Parpol dan Bakal Capres Tak Kampanye Terselubung Manfaatkan RamadhanBawaslu mengingatkan partai politik maupun bakal capres agar tidak memberikan kebaikan yang dibalut dengan kampanye terselubung pada bulan Ramadhan.
Baca lebih lajut »
Ramadan, Bawaslu: Jangan Ada Kampanye Terselubung saat SedekahBawaslu mengingatkan para bakal capres, cawapres dan caleg agar tak memanfaatkan momen sedekah Ramadan untuk kampanye.
Baca lebih lajut »
Bawaslu Ingatkan Parpol tak Campur Adukkan Kebaikan Ramadhan dengan Kampanye Terselubung |Republika OnlineTahapan Pemilu 2024 saat ini masih sosialisasi parpol.
Baca lebih lajut »
Cegah Potensi Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Akan Bikin Grup WA Dengan Elite ParpolBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) rencananya akan membuatkan grup WhatsApp bersama dengan para petinggi partai politik yang lolos menjelang pemilu tahun 2024.
Baca lebih lajut »
Bawaslu Ingatkan Parpol Jaga Kondusivitas Suasana PolitikHingga 7 Februari 2023, Bawaslu menerbitkan 9.000 surat imbauan, di antaranya untuk parpol, agar menjaga kondusivitas suasan politik. Bagi pihak-pihak yang lakukan serangan SARA akan diproses dengan UU ITE. Polhuk AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Bawaslu Semprit Anies Baswedan: Yang Boleh Sosialisasi Hanya Parpol!Bawaslu menegaskan bahwa hanya partai politik peserta Pemilu 2024 yang bisa melakukan sosialisasi untuk saat ini, bukan Capres.
Baca lebih lajut »