Hingga kini belum menemukan adanya pelanggaran pilkada.
REPUBLIKA.CO.ID,BANJARMASIN -- Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan petahana agar tidak mempolitisasi bantuan sosial Covid-19 yang dikucurkan pemerintah bagi masyarakat miskin terdampak pandemi. "Kami sudah bersurat ke pihak-pihak terkait untuk mengingatkan mana yang boleh dan tidak terkait pasal-pasal calon petahana dalam Pilkada 2020 pada saat nanti bakal calon ditetapkan," kata Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kaspiah di Banjarmasin, Selasa .
Jadi, kata dia, kewenangan kepala daerah selama menjadi calon kepala daerah dibatasi dengan prinsip semua kandidat memiliki kesamaan tanpa ada yang merasa diuntungkan atau dirugikan. Di sisi lain, Erna menyatakan pihaknya siap melaksanakan seluruh program dan tahapan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. "Sesuai protokol Covid-19, kami menyesuaikan pengawasan dengan PKPU yang ada. Di mana tahapan Pilkada 2020 mulai dijalankan kembali 15 Juni menuju pemungutan suara 9 Desember," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polri: Dua Terduga Teroris di Kalsel Ingin Serang Polsek |Republika OnlineDalam penyerangan ke polsek Daha Selatan terduga teroris menewaskan seorang polisi
Baca lebih lajut »
Dokter Spesialis Bedah Urologi di Kalsel Meninggal karena CoronaDokter spesialis bedah urologi itu meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin pada Senin (8\/6\/2020) pagi.\n
Baca lebih lajut »
Densus 88 Bekuk Terduga Teroris JAD di Cirebon dan KalselDensus 88 menangkap tiga terduga teroris yang berbaiat untuk JAD di sejumlah tempat mulai dari Cirebon hingga Kalimantan Selatan.
Baca lebih lajut »
Mahasiswa UMM Gelar Abdimas di KalSel |Republika OnlineMasih banyak masyarakat di daerah yang belum memahami bahaya Covid-19
Baca lebih lajut »
Kepala BNPT Kunjungi Kalsel Supervisi Penyerangan Polsek Daha SelatanKepala BNPT meminta pengurus FKPT Kalsel menguatkan kepengurusan dengan merangkul para ulama untuk pencegahan radikalisme dan terorisme.
Baca lebih lajut »