Baru berjalan semester pertama, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta 2023 defisit hingga Rp 150 miliar. Kondisi itu membuat Pemkot Surakarta harus berpikir keras untuk menutup kekurangan anggaran tersebut.
“Mas Wali sedang mencari solusi untuk mengatasi defisit dengan rasionalisasi,” tutur Ketua Komisi II DPRD Surakarta Honda Hendarto
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Surakarta, Sugeng Riyanto. “Jadi besok Jumat ada rapat pimpinan berkaitan dengan informasi itu. Mungkin bisa lebih. Tunggu nanti,” ujarnya Informasi yang diperoleh Sugeng, defisit APBD 2023 terjadi dikarenakan ada pendapatan yang gagal dibayar. Pendapatan yang gagal dibayar tersebut yakni Dana Alokasi Umum 2023. Tapi dia tak tahu berapa besaran DAU itu. Sugeng juga tidak tahu berapa nilai DAU yang gagal dibayarkan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Usulan Musrenbang Bikin APBD Kota Depok Defisit Rp 1 Triliun LebihMohammad Idris menyebut usulan Musrenbang ditingkat kelurahan, kecamatan, dan perangkat daerah melebihi dari APBD Kota Depok alias defisit.
Baca lebih lajut »
Kota Semarang Jadi Kota Tertinggi Capaian UHCRADARSEMARANG.ID, Semarang -Pemerintah pusat mengapresiasi komitmen wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta jajarannya dalam mengupayakan pemenuhan pelayanan kesehatan warga kota Semarang melalui program UHC (Universal Health Coverage). Wali kota yang akrab disapa mbak Ita tersebut di
Baca lebih lajut »
BMKG Prediksi Kota-kota di Indonesia Masih Diguyur Hujan Hari IniBMKG memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, Rabu (15/3/2023).
Baca lebih lajut »
Coklit Kota Madiun Tuntas, Anggota Baru TNI-Polri Sempat TerdataProses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2024 di Kota Madiun tuntas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mencatat progres salah satu tahapan persiapan pemilu tersebut mencapai 100 persen.
Baca lebih lajut »
Progres Jembatan Baru di Dukuh Atas Baru 78%, Ini KendalanyaProyek Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Serambi Temu Dukuh Atas masih dalam proses pembangunan.
Baca lebih lajut »